1 Agustus 1951, Japan Airlines Resmi Berdiri dengan Modal 100 Juta Yen

0
Livery JAL dihiasai tokoh Disney (The Japan Times)

Siapa yang tak kenal dengan Japan Airlines (JAL), inilah flag carrier Jepang yang sampai saat ini melayani penerbangan reguler ke Indonesia. Sebagai maskapai internasional dengan besar, awalnya JAL didirikan dengan modal 100 juta yen di bawah pimpinan Aiichiro Fujiyama dan presiden Seijiro Yanagida. Berdiri pada 1 Agustus 1951 silam, JAL memulai awal operasinya dengan rute penerbangan domestik terjadwal dari Norwest Airlines.

Baca juga: Sambut Olimpiade Tokyo 2020, Japan Airlines Tampilkan Desain Seragam Baru

Maskapai ini mulai terbang perdana pada 27 Agustus 1951 dengan rute yang berangkat dari Bandara Haneda ke sekitaran Tokyo. Ada tiga pesawat yakni Martin 202 yang bermesin ganda, Douglas DC-4 dan Douglas DC-3 yang disebut Kinsei pada masa awal berdirinya.

KabarPenumpang.com merangkum laman airlinegeeks.com (1/8/2019), setelah delapan tahun mengitari rute domestik, tahun 1959, JAL kemudian menerbangkan rute internasional pertamanya dari Tokyo ke Los Angeles. Penerbangan ini tidak langsung melainkan transit di Honolulu dan menggunakan DC-7C yang terbukti menjadi pilihan tepat bagi maskapai.

Tak hanya itu, tahun 1959, JAL juga meresmikan rute internasional mereka lainnya seperti dari Tokyo ke Hong Kong transit Taipei dan Tokyo ke Seattle melewati Anchorage. Saat era jet, JAL memperkenalkan jet pertamanya DC-8 yang dikenai sebagai Fuji yang menerbangakan penumpang pada rute Tokyo ke San Francisco di Juli 1960.

JAL menutup layanan jet barunya dengan layanan penerbangan luar biasa yang mewakili budaya Jepang selain lounge bergaya Jepang dan kursi yang dibuat dengan Nishijin, tekstil tradisional yang diproduksi di Jepang. Maskapai ini, selama 27 tahun, memperoleh 60 pesawat DC-8 yang mengesankan dalam berbagai seri.

Hingga akhirnya maskapai asal Negeri Sakura tersebut terus melambung ke ketinggian baru dengan mencapai tempat transportasi penumpang dan kargo nomor satu di dunia, menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) dari tahun 1983 dan mempertahankan posisi itu hingga tahun 1987. Kemudian, JAL mulai menggunakan armada Boeing 747-100 yang mengesankan, 200Bs, B747SR, dan 200Fs.

Dengan kehadiran armada-aramada baru, JAL mendominasi pasar baik secara internasional maupun domestik. Diketahui, Boeing 747SR secara khusus dirancang untuk penerbangan jarak pendek dan JAL mengambil keuntungan dari pengoperasian pesawat dengan hop domestik dari Tokyo ke Fukuoka dan Tokyo ke Sapporo.

Pesawat B747SR-SUD pada rute ini mencatat 563 kursi yang mengesankan. Pada tahun 1990, JAL menerima pesawat B747-400 pertamanya, dijuluki “Sky Cruiser,” dan melakukan penerbangan perdananya dari Tokyo ke Seoul, Fukuoka dan Okinawa.

April 2007, JAL membuat keputusan untuk bergabung dengan Oneworld Alliance yang saat ini menghubungkan 13 maskapai penerbangan, menyediakan 1.100 tujuan di seluruh dunia ke lebih dari 180 negara. JAL akan terus menghubungkan dunia dengan peluncuran Dreamliner 787-8 pada rute perdananya dari Narita ke Boston.

Kemudian, pada 2015, Dreamliner 787-9 juga bergabung dengan armada. Bisa dikatakan, ketika menutup sejarah JAL untuk melihat era kemajuan dalam penerbangan dan layanan selama beberapa dekade, maskapai ini terus memberikan tujuan baru yang menarik dan memberi palnggan kesempatan untuk menikmati budaya dari seluruh dunia.

Baca juga: Japan Airlines Terima Airbus A350-900, Tapi Justru Layani Penerbangan Domestik

Satu tujuan baru yang diumumkan JAL pada 29 Juli, adalah Vladivostok, Rusia karena hal itu membuat sejarah pada timeline JAL yang sudah mengesankan. JAL berencana untuk memulai layanan nonstop dari Tokyo ke Vladivostok selama musim panas 2020 dengan harapan untuk melanjutkan perkembangan diplomatik dan ekonomi dengan Rusia seperti yang telah dilakukan JAL selama hampir setengah abad. Rute ini akan menggunakan pesawat Boeing 737-800 dan memberikan opsi anggota oneworld untuk melanjutkan di dalam negeri di Rusia bersama sesama anggota aliansi S7.

Leave a Reply