Sunday, January 18, 2026
HomeDarat140 Tahun Lenyap Termakan Modernisasi, Stasiun Cicalengka Kini Terlihat Megah

140 Tahun Lenyap Termakan Modernisasi, Stasiun Cicalengka Kini Terlihat Megah

Perjalanan kereta Commuter Line Bandung Raya dari Stasiun Padalarang yang berakhir di Stasiun Cicalengka memang menjadi favorit khususnya warga Bandung. Dengan adanya transportasi berbasis rel yang murah meriah ini masyarakat sangat terbantu. Seperti halnya penumpang yang menggunakan kereta Commuter Line dari Stasiun Cicalengka.

Saat ini Stasiun Cicalengka sudah semakin terlihat modern dan megah. Ini karena PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) dan Kementerian Perhubungan telah membangun stasiun yang lebih nyaman dan bisa menampung penumpang lebih banyak. Apalagi Stasiun Cicalengka sebagai pemberhentian kedatangan dan keberangkatan kereta lokal di kawasan Bandung.

Sebelumnya, Stasiun Cicalengka merupakan stasiun dengan model arsitektur lama yang telah berdiri lebih dari satu abad. Stasiun tua yang diresmikan pada 10 September 1884 itu telah dibongkar sejak akhir Agustus 2024 lalu. Bangunan lama Stasiun Cicalengka bersejarah yang telah genap berusia 140 tahun kini lenyap termakan pemugaran proyek moderenisasi.

Stasiun Cicalengka pada hakikatnya merupakan sebuah cagar budaya sesuai dengan ketetapan Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya Pasal 5 yang berbunyi:

Benda, bangunan, atau struktur dapat diusulkan sebagai Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya atau Struktur Cagar Budaya apabila memenuhi kriteria:

a. berusia 50 (lima puluh) tahun atau lebih;
b. mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 (lima puluh) tahun;
c. memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan; dan
d. memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

Sebelum dilakukan pemugaran, sebenarnya ada harapan untuk menolak pembongkaran total stasiun tersebut. Salah satu usulannya adalah bangunan Stasiun Cicalengka tetap dipertahankan atau dibuat alternatif lain misalkan disulap menjadi museum, karena Stasiun Cicalengka sudah bisa dikatakan sebagai cagar budaya menurut undang-undang dan harus dilindungi.

Umur Stasiun Cicalengka sendiri hampir mencapai 140 tahun dan sarat akan peristiwa-peristiwa bersejarah yang menjadi penting untuk penguatan kepribadian bangsa. Hal tersebut patut menjadi perhatian bersama, menyamakan persepsi dan membuat pergerakan agar ke depann cagar budaya ini tidak hilang dari ingatan.

Bangunan baru stasiun saat ini memiliki fasilitas yang cukup terbantu berupa skybridge dengan akses anak tangga dan lift sudah berdiri di area Stasiun Cicalengka. Jembatan ini menghubungkan sisi utara dan selatan stasiun. Pekerja terus beraktivitas mengerjakan pembangunan stasiun baru ini.

Di sisi timur, bangunan stasiun lama yang bersejarah masih berdiri utuh. Benda-benda bersejarah lain yang masih ada yaitu meja putar lokomotif dan corong air untuk mengisi ketel uap lokomotif di masa lalu.

Sejarah mengatakan bahwa Stasiun Cicalengka bergulir sejak tahun 1862 saat Cicalengka berstatus sebagai ibukota Afdeling Bandung Selatan. 1871 Afdeling Bandung Selatan dirubah jadi Afdeling Cicalengka. Sebagai salah satu afdeling penghasil komoditi utama perkebunan, Stasiun Cicalengka berdiri dan resmi beroperasi mengangkut manusia dan barang pada 10 September 1884.

Stasiun Cicalengka juga tercatat dalam sejarah perkeretaapian sebagai bagian dari awal terhubungnya jaringan kereta api jalur barat di Jawa Barat antara Cianjur dengan Bandung. Sepertinya jelas Stasiun Cicalengka memiliki nilai historis dan layak diajukan jadi bangunan cagar budaya.

Sejarah Stasiun Cicalengka: Saksi Bisu Pengasingan Trio Pribumi di Era Kolonial Belanda

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru