150 Tahun Trem “Cog” Masih Beroperasi ke Puncak Gunung Washington

Jika di Hong Kong terkenal dengan Peak Tram, di Washington, Amerika Serikat ternyata juga ada kereta semacam ini. Dikenal dengan nama Cog, kereta rack-and-pinion ini ternyata sudah mengangkut pelancong ke lereng barat puncak tertinggi di Timur Laut itu sejak 1869 silam. Cog sendiri bahkan menjadi kereta api pemanjat gunung pertama dan tertua di dunia.

Baca juga: Eksistensi Peak Tram Hong Kong, Dulu dan Sekarang!

Sebelum tiba di puncak Gunung Washington, dengan menaiki Cog ini, pelancong bisa menikmati pemandangan yang mengagumkan dan mengabadikannya baik foto maupun video. Puncak Gunung Washington tempat perhentian terakhir Cog termasuk observatorium cuaca dan museumnya. Selain itu tempat istirahat pengunjung yang lelah ketika berjalan kaki.

Tak hanya menikmati ketinggian, pelancong yang suka menulis surat atau kartu pos, bisa mengirimnya dari kantor pos dengan cap pos Mount Washington. Di puncak Gunung Washington ketika tiba dengan Cog hanya ada satu bangunan bersejarah yang tersisa yakni Tip Top House yang dibangun tahun 1853 dari bongkahan batu gunung ketika meletus.

“Tip Top adalah asrama pejalan kaki. Ada dua hotel di sana. Yang pertama dibakar, itu disebut Gedung KTT. Itu adalah 90 kamar hotel dan cukup elegan untuk saat itu, terutama (untuk hotel) di puncak gunung. Kemudian mereka membangun yang kedua dan dirobohkan, akhirnya, untuk membangun gedung pertemuan puncak negara saat ini,” kata Rebecca Metcalf, direktur pemasaran Cog yang dikutip KabarPenumpang.com dari metrowestdailynews.com (2/10/2019).

Di musim panas, sebelumnya di kaki Gunung Washington, pelancong menunggu di Stasiun Marshfield yang menjadi markas Cog, di sana ada kafe, toko suvenir dan museum Cog. Sedangkan lokomotif menunggu di lintasan menunggu perjalanan berikutnya. Meski ketika musim panas suhu di bawah cukup terik, tetapi ketika tiba diatas gunung ini, pelancong akan mengalami penurunan suhu 20 derajat.

Bisa dikatakan di puncak Gunung Washington suhu tidak menentu. Pada saat itu bahkan ada pertanyaan siapa yang akan membangun hotel dan kereta api di situ? Ternyata gagasan liar seperti itu berjalan beriringan, karena sistem perkeretaapian nasional berkembang pesawat membawa elite kota ke New Hampsire saat musim panas.

Tahun 1857 silam, Marsh mendaki Gunung Washington dengan seorang teman. Karena tidak siap menghadapi cuaca, mereka hampir mati karena hipotermia. Marsh berpikir akan lebih baik membawa orang naik gunung dengan aman menggunakan kereta api.

“Dia melihat berapa banyak uang yang dihasilkan oleh Auto Road, atau Carriage Road. Carriage Road adalah rute pertama ke Mount Washington dan masih populer. Dia melihat bisnis hotel yang booming dan tidak diragukan lagi melihat bagaimana hal itu menyalurkan pengunjung ke objek wisata,” kata Craig Clemmer, direktur penjualan dan pemasaran di Omni Mount Washington Hotel.

Set kereta masih ada dan dikelola oleh para insinyur di toko mesin di dekat Stasiun Marshfield. Cog adalah industri yang serba lengkap dan hyperlocal yang dimulai dengan desain Marsh untuk rack-and-pinion, jalur kereta roda gigi yang disesuaikan, yang memungkinkan kereta api, juga desainnya, untuk menangani tanjakan yang curam. Mesin model skala kecil aslinya dapat dilihat di New Hampshire Historical Society di Concord.

“Dia bukan insinyur terlatih, tetapi dia jelas memiliki kecerdasan untuk berhasil mengembangkan apa yang dikenal sebagai Sistem Marsh, dan merancang kereta api yang masih digunakan 150 tahun kemudian,” kata Clemmer.

Dengan desain yang disempurnakan, Marsh mengajukan piagam negara bagian untuk membangun rel gunungnya tetapi diejek oleh Badan Legislatif New Hampshire.

Baca juga: Alishan Forest Railway, Kereta Gunung Tertinggi di Asia

“Mereka menertawakannya dan mengira dia orang gila. Marsh Gila, mereka memanggilnya,” kata Clemmer.

Pada 3 Juli 1869, akhirnya kesempatan tersebut datang, musim panas itu, ketika Presiden Ulysses S. Grant sedang berlibur di Whites, dia mengendarai Cog mendaki gunung setinggi 6288 kaki.

Maria Okta

Share
Published by
Maria Okta

Recent Posts

Setelah INKA Ekspor Kereta, PT KAI Juga Ekspor Gerbong Bekas ke Kamboja dan Afrika

Gerbong kereta yang tak lagi digunakan atau bekas milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai ditawarkan ke beberapa negara daripada…

29 mins ago

Kasus Kecelakaan Grumman yang Libatkan WNI di Perth, Terbukti Akibat Kesalahan Pilot

Mungkin beberapa dari Anda masih ingat dengan kecelakaan Grumman G-73 Mallard flying boat yang terjadi pada 26 Januari 2017 silam…

3 hours ago

Pengadaan Moda “Sunrise Project,” Qantas Tolak Proposal Airbus dan Boeing

Setelah sukses menorehkan sejarah baru di bidang aviasi dengan Sunrise Project-nya, kini tersiar kabar bahwa Qantas telah menolak proposal yang…

4 hours ago

Di 2020, Luksemburg Jadi Negara Pertama yang Gratiskan Transportasi Massal di Dunia

Menjadi salah satu negara terkecil di Eropa, Luksemburg mengalami kemacetan lalu lintas yang cukup besar. Dari studi yang dilakukan menunjukkan…

16 hours ago

Tak 100 Persen Aman, Aplikasi Pelacakan Bagasi Dipertanyakan Keakuratannya!

Sepasang suami istri yang tengah menikmati liburan untuk merayakan ulang tahun pernikahan pada September lalu di Yunani harus kehilangan bagasi…

18 hours ago

Imbas Krisis Hong Kong, Makau dan Shenzhen Ikut Terdampak Penurunan Wisatawan

Kendati sudah terjadi sejak bulan Maret kemarin, namun kerusuhan yang ada di Hong Kong terkait RUU Ekstradisi masih belum juga…

20 hours ago