20 Tahun Lalu, Ledakan Beruntun Terjadi di Metro Manila, Korban Tewas Terbanyak di Stasiun Blumentritt

0
(alchetron.com)

Dua puluh tahun silam, yang bertepatan dengan 30 Desember 2000 terjadi ledakan di sekitar Metro Manila di Filipina yang menewaskan 22 orang dan ratusan orang lainnya menderita luka berat serta ringan. Ledakan ini terjadi secara beruntun di beberapa tempat dalam kurun waktu beberapa jam.

Baca juga: Bom di Kereta Bawah Tanah, Lumpuhkan Transportasi Metro di St. Petersburg

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, ledakan tersebut terjadi di lima lokasi berbeda dan bom yang meledak hampir bersamaan dalam kurun waktu sejam. Ledakan bom pertama terjadi di Plaza Ferguso di Malate, Manila dan letaknya kurang dari 100 meter dari Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Kemudian ledakan kedua terjadi di sebuah pom bensin di luar kawasan pusat bisnis Makati dan di sini ada dua orang polisi tewas. Ledakan ketiga terjadi di area penanganan kargo di Bandara Internasional Ninoy Aquino yang kemudian berlanjut alat peledak diledakkan di dalam bus yang meluntasi Epifanio de los Santos Avenue.

Bom yang meledak di bus tersebut menewaskan satu orang penumpang dan lainnya mengalami luka serius. Yang terakhir adalah di Stasiun Blumentritt tepatnya di dalam salah satu gerbong kereta.

Pada ledakan yang terjadi di kereta LRT (Light Rapid Transit) yang menuju ke Stasiun Blumentritt ini mengakibatkan paling banyak korban tewas. Karena ledakan menghancurkan satu gerbong bahkan pintu kereta pun terlempar ke atas dan tergantung di atap kasau stasiun.

Ironisnya adalah serangan bom berantai ini terjadi satu hari setelah seluruh aparat Kepolisian Metro Manila menerima perintah bersiaga penuh selama liburan Natal dan Tahun Baru. Perintah ini dikeluarkan untuk menghadapi kemungkinan ancaman bom yang dilancarkan kelompok Abu Sayyaf.

Di mana pada malam sebelumnya polisi menahan juru bicara kelompok tersebut di Manila, Hector Janjalani yang merupakan adik dari Abu Sayyaf, Khadaffy Janjalani. Setelah Hector diamankan, polisi memperoleh informasi kelompok tersebut berniat meledakkan sejumlah targer penting di Manila.

Baca juga: TSA Kembangkan Alat Pendeteksi Bom di Stasiun Kereta Bawah Tanah New York

Ledakan insiden 20 tahun silam itu terjadi pada hari libur nasional di Filipina. Yang mana setiap tanggal 30 Desember dikenal sebagai Hari Rizal yakni memperingati martir pahlawan nasional negara itu Jose Rizal.

Leave a Reply