27 Tahun Lalu, Penerbangan Perdana Triple Seven Bikin Boeing 767 ‘Mati Suri’

0
Boeing 777-200 usai melakukan penerbangan perdana pada 12 Juni 1994. B777-200 merupakan varian perdana B777 mengingat B777-100 urung diproduksi karena didesain sebagai tijet atau pesawat tiga mesin. Foto: FlightGlobal

12 Juni 2021 Boeing 777 genap berusia 27 tahun. Awalnya, twinjet ini didesain untuk mengisi celah kosong antara dua widebody, yaitu Boeing 747 quadjet dan Boeing 767 twinjet. Namun, alih-alih mengisi celah kosong, kehadirannya justru menggantikan posisi Boeing 767 dan membuatnya menjadi semakin tak laku di pasaran.

Baca juga: Inilah Alasan Kenapa Boeing Tak Buat Seri 777-100

Usai terbang perdana, Boeing 777 mulai memasuki tahun layanan menggunakan livery United Airlines pada tahun 1995 silam. Penggunaan pesawat ini menandai era baru penerbangan twin engine, dimana suara yang dihasilkan lebih tenang, lebih efisien, lebih ekonomis, dengan jangkauan yang lebih jauh.

Pada mulanya, Boeing 777 dirancang untuk menggunakan tiga mesin jet (trijet). Kala itu, teori menyebutkan bahwa semakin banyak mesin yang digunakan, maka semakin baik pula performa pesawat ketika mengudara. Namun karena satu dan lain hal, akhirnya pengembangan Boeing 777 dengan tiga mesin ini urung dilaksanakan.

Tak cukup sampai di situ, pengembangan Boeing 777 juga dibumbui dengan dinamika hebat dari segi format penamaan. Laporan Simple Flying menyebut, format penamaan ini juga lekat kaitannya dengan desain awal Boeing 777 sebagai trijet.

Bagi pecinta aviasi, sebagian besar mungkin sudah mengetahui bahwa Boeing 777 atau triple seven pertama ialah 777-200. Padahal, model lainnya, Boeing selalu memulai dengan seri 100, seperti Boeing 737-100, 747-100, hingga 707-100.

Dirunut dari sejarah, Boeing sebetulnya tidak benar-benar melewatkan angka -100 pada 777. Sebelum Boeing 777-200 melakukan first flight pada 1994, seri 777-100 sudah terlebih dahulu dirilis Boeing pada tahun 1978. Kala itu, mereka merilis bersamaan dengan dua pesawat lainnya; B757 dan B767.

Boeing 777-100 merupakan pesawat trijet yang sangat mirip dengan model trijet lainnya keluaran McDonnell Douglas, DC-10. Hanya saja, Boeing bisa dibilang telat untuk memproduksi trijet yang mulai populer sejak pertama kali diperkenalkan raksasa dirgantara asal Inggris, Hawker Siddeley pada 1960-an.

Bahkan, bisa dibilang, jikapun Boeing tetap memaksakan model trijet 777-100, hampir dapat dipastikan bahwa mereka akan mengalami kerugian. Sebab, dipenghujung tahun 70-an adalah fase menurunnya trijet setelah memperoleh hasil gemilang selama satu dekade antara tahun 60an sampai 70an.

Demikian juga dengan keputusan melansir Boeing 777. Kita tahu, sebelum disebut sebagai B777-200, itu dikenal sebagai 767-X. Andai saja ketika itu Boeing tetap memperkenalkan pesawat baru itu dalam keluarga Boeing 767, bukan memasukkannya sebagai tipe tersendiri, mungkin cerita suksesnya belum tentu sama.

Karena diluncurkan di luar keluarga Boeing 767, pada akhirnya kehadiran Boeing 777 malah menyuntik mati saudaranya itu dari pasaran.

Baca juga: Miris, Ternyata Kehadiran 777 dan 787 Jadi Biang Kerok Boeing 767 Tak Laku Dipasaran

Sejak terbang perdana pada 12 Juni 1994 silam, Boeing telah memproduksi 1.662 unit di semua varian, termasuk 205 versi militer. Dari beberapa varian yang ada, Boeing 777-300ER adalah yang paling laris, menyumbang hampir 50 persen penjualan atau 827 unit.

Tetapi, itu akan segera tergeser dengan kehadiran Boeing 777X, pesawat terpanjang di dunia serta pesawat dengan mesin terkuat di dunia. Belum jelas kapan pesawat memasuki tahun layanan. Namun, tahun 2025, diperkirakan Emirates akan mengoperasikan pesawat tersebut untuk penerbangan penumpang.

LEAVE A REPLY