65 Persen Makanan untuk Emirates Dibuat di Dubai

Maskapai asal Uni Emirat Arab, Emirates, terkenal dengan berbagai kemewahannya bukan hanya fasilitas tetapi makanannya juga. Apalagi ada 1800 koki di Dubai yang menyiapkan 12.450 resep bertema regional untuk brosur.

Baca juga: Singapore Airlines Datangkan Sayur Segar dari AeroFarms di New Jersey

Nah, KabarPenumpang.com merangkum dari gulfnews.com (13/11/2019), maskapai yang bermarkas di Dubai ini ternyata memiliki fasilitas Emirates Flight Catering. Di Dubai, hidangan pembuka dan masakan lain yang terinspirasi secara regional dibuat. Bahkan minuman dari Emirates mendapat penghargaan Minuman Terbaik di Timur Tengah pada 13 November 2019 lalu di Singapura.

Setiap hari, dapur Emirates terus bekerja dengan 1800 koki yang berbasis di Dubai menyediakan 12.450 resep dan membutuhkan perencanaan yang teliti. Bahan-bahan berkualitass untuk makanan pun disediakan selalu tepat waktu.

Ya, bisa dikatakan Emirats Flight Catering (EKFC) mengikuti konsep farm to fork yang menghadirkan pasokan sayur segar secara lokal. Dengan luas kebun vertikal 130 ribu kaki persegi tersebut, perkebunan ini mengasilkan 2,7 ton sayur hijau bebas herbisida dan pestisida setiap hari dan menggunakan 99 persen lebih sedikit air dibandingkan ladang luar.

Bahkan dalam pembuatan makanannya, Emirates memiliki filosofi dimana makan dalam penerbangan adalah tetap bergaya restoran dan berusaha tetap tradisional serta membuat makanan terasa enak. Ini berarti melayani 125 ribu makanan bergaya restroran sehari dan mencapai 150 ribu pada musim panas ketika lalu lintas bandara mencapai puncak.

Ternyata, belakangan makanan vegan menempati urutan ketiga yang dipilih oleh penumpang kelas ekonomi. Sehingga setelah dorongan ini, permintaan untuk alternatif nabati meningkat lebih dari 40 persen yang menunjukkan kebutuhan yang semakin meningkat untuk bertindak hijau.

Diketahui, 65 persen makanan maskapai ini dibuat di Dubai dan sisanya berasal dari stasiun katering di seluruh dunia dengan 24 di wilayah Asia Pasifik. Setiap hari, Unit Komisaris Sentral Katering Penerbangan Emirates (CCU) memproses 15 ton sayuran, 9 ton buah-buahan, dan 30 ton daging.

Jalur untuk memproduksi pasta dan es krim baru-baru ini diperkenalkan, menggunakan sekitar 3.300 ton tepung setiap tahun untuk menghasilkan 45 ribu kue kering setiap hari. EKFC juga melayani 120 maskapai internasional. Dalam penerbangan maskapai Emirates yang khas, makanan yang ditetapkan sebelum penumpang diputuskan setahun sebelumnya, diambil dari berbagai resep, dibuat dengan bahan-bahan dari peternakan di Al Ain, dan disiapkan oleh koki terampil yakni banyak dari yang memiliki pengalaman bintang Michelin.

Baca juga: Persaingan Maskapai Kelas Wahid Satu Negara: Etihad dan Emirates, Mana yang Lebih Baik?

Tak hanya itu, sebelum makanan dikirim pun dilakukan pengecekan kembali oleh staf katering. Perusahaan telah mengganti kemasan kardus dengan peti yang dapat digunakan kembali untuk menyimpan dan mengangkut rata-rata 100.000 makanan dalam pesawat setiap hari. Sebagai hasil dari inisiatif lingkungan terbarunya, EKFC akan menghemat 750 ton limbah kardus, setara dengan 260 ribu m² (65 hektar) lahan hutan dewasa, setiap tahun. Hidangan bertema regional yang disiapkan oleh Emirates Flight Catering. Hingga 180.000 makanan setiap hari disiapkan untuk lebih dari 400 penerbangan setiap hari ke 142 tujuan.