Friday, January 2, 2026
HomeDaratStasiun Soreang: Dulu Ramai Penumpang, Kini Jadi Gudang Makanan

Stasiun Soreang: Dulu Ramai Penumpang, Kini Jadi Gudang Makanan

Seperti tak ada habisnya, soal jalur kereta api non aktif di Pulau Jawa makin penting untuk di bahas. Apalagi wilayah Provinsi Jawa Barat terkenal dengan banyaknya jalur kereta api yang dahulu ramai dilintasi saat era Kolonial Belanda dan sekarang tinggal cerita saja.

Sejarah perkeretaapian yang kental dengan bangunan serta peninggalan lainnya sangat identik untuk dibahas. Maka dari itu pentingnya menjaga kelestarian bangunan dan infrastruktur kereta api hingga dijadikan sebagai cagar budaya agar tidak hilang ditelan usia.

Seperti halnya jalur kereta api di kawasan Bandung ini. Beberapa lokasi terdapat jalur cabang kereta api menuju ke berbagai daerah di kawasan tersebut. Ya, informasi dari tersebar di media sosial ada beberapa bangunan stasiun yang hingga kini masih dapat dilihat, namun kadang keberadaannya sedikit memprihatinkan.

Umumnya masyarakat khususnya yang berdomisili di kawasan Bandung tentu mengenal Stasiun Soreang. Ya, Stasiun Soreang yang dulunya menjadi simpul penting jalur kereta api Bandung – Ciwidey justru kini terbengkalai, tak lagi aktif melayani perjalanan kereta.

Berdiri sejak 13 Februari 1921, Stasiun Soreang dengan kode SRG ini merupakan bagian dari segmen pertama jalur Bandung–Ciwidey. Namun, kini bangunan kecil yang dulunya ramai oleh penumpang itu hanya dijadikan gudang makanan. Bahkan, papan nama stasiun nyaris tak terlihat, tertutup oleh bangunan baru yang berdiri di sekelilingnya.

Kondisi sekitar stasiun pun tak kalah memprihatinkan. Bekas rel dan emplasemen kereta kini tenggelam di balik deretan toko bangunan dan rumah warga. Jalur rel yang dahulu membentang hingga Stasiun Banjaran dan Bandung kini berubah menjadi gang sempit, terhimpit pemukiman padat. Bahkan, rel di sebagian titik masih bisa terlihat, meski sebagian besar telah tertutup aspal dan bangunan permanen.

Ironisnya, di saat kebutuhan akan transportasi publik terus meningkat di Kabupaten Bandung, khususnya akses dari dan ke Ciwidey sebagai destinasi wisata populer, jalur kereta api justru dibiarkan mangkrak.

Diketahui pula berbagai bangunan bersejarah di Stasiun Soreang ini juga masih tersedia. Seperti halnya Tandon air tua dan talang air peninggalan zaman lokomotif uap masih berdiri meski mulai berkarat. Talang air ini dulunya digunakan untuk mengisi air ke lokomotif, dan kini menjadi saksi bisu sejarah perkeretaapian di wilayah selatan Bandung.

Stasiun Soreang kini hanya menjadi nama yang nyaris terlupakan di tengah deretan bangunan padat. Namun harapan tetap ada jika pemerintah mau melihat lebih jauh potensi dan kebutuhan transportasi warga Kabupaten Bandung yang terus meningkat.

Masyarakat berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, segera melakukan reaktivasi jalur Bandung – Soreang – Ciwidey. Tak hanya sebagai solusi kemacetan dan transportasi publik, pengaktifan kembali jalur ini juga bisa membuka potensi ekonomi dan wisata di wilayah selatan Bandung.

Hampir Terlupakan, Sejarah di Majalaya Punya Kisah Jalur Kereta Api yang Bikin Melongo

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru