Kondisi cuaca yang tak menentu membuat perjalanan kereta api harus ekstra waspada dan hati-hati. Meskipun sudah di awal tahun 2026, tapi kondisi curah hujan yang tinggi masih kerap kali terjadi. Seperti halnya jalur kereta api di Pulau Jawa yang saat ini di beberapa wilayah masih terdampak curah hujan yang tak menentu.
Maka dari itu berbagai aspek keselamatan saat menggunakan kereta api memang ditingkatkan. Terutama dari pihak PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) terus meningkatkan keselamatan kepada para penumpang sebagak prioritas utama. Berbagai kendala saat cuaca dengan curah hujan tinggi membuat kereta api berjalan dengan maksimal. Salah satu kendala yang dihadapi adalah roda yang terjadi selip saat hujan.
Seperti yang dikabarkan dari berbagai sumber bahwa roda selip lokomotif terjadi saat gaya dorong mesin lebih besar dari gesekan antara roda dan rel, menyebabkan roda berputar di tempat (tergelincir) saat menarik beban berat, menanjak, atau di jalur licin (basah, berdaun, dan lain-lain).
Seperti yang dijelaskan ketika daya gesek rendah antara roda lokomotif dan rel saat di area tertentu, hal tersebut akan menyebabkan kereta api tidak dapat melaju sesuai kecepatan normal di lintas. Dalam kondisi tersebut, maka masinis akan menyemprotkan pasir silika pada permukaan rel. Nah, pasir itulah yang menyelamatkan dari gangguan roda yang selip.
Adapun sistem pemasir terhubung pada selang yang terdapat di bagian depan roda pertama dan keempat pada lokomotif. Pengisian pasir dilakukan di depo lokomotif saat akan berdinas dengan cara memasukan pasir ke dalam tabung khusus di bagian depan lokomotif.
Diketahui bahwa pasir silika adalah salah satu bahan baku untuk industri semen, industri kaca, industri keramik, sand blasting, industri bata ringan, pengolahan air, roda kereta api dan lain-lain. Untuk masing-masing industri, masing-masing mempunyai persyaratan kualitas pasir silika tertentu.
Sistem keselamatan pada lokomotif adalah termasuk pemasiran. Nah, pemasiran tersebut berfungsi agar memperbesar gaya gesek antara roda dengan rel. Sehingga kereta dapat berjalan dengan baik dalam keadaan kontur jalan rel yang menanjak ataupun keadaan rel sedang basah.
Adapun cara kerja pemasiran pada roda kereta api, sebagai berikut:
1. Jika kereta dalam keadaan menanjak ataupun keadaan rel yang licin karena basah, masinis akan menekan tombol untuk menyemprotkan pasir pada rel dan roda kereta api.
2. Sand box pada lokomotif akan mengeluarkan pasir.
3. Pasir akan di salurkan pada selang yang berada di bawah lokomotif di dekat roda kereta api.
4. Pasir akan dikeluarkan dari selang di rel dan roda kereta api sehingga mencegah roda slip.
Teknologi terdahulu, memanfaatkan sanding, yaitu dengan menaburkan pasir di rel untuk menambah gaya adhesi. Teknologi terdahulu, memanfaatkan sanding, yaitu dengan menaburkan pasir direl untuk menambah gaya adhesi.
Beberapa lokomotif saat ini masih dilengkapi dengan sand box untuk keperluan sanding. Sedangkan teknologi terbaru untuk mencegah terjadinya slip dan slide adalah dengan menggunakan control otomatis Wheel Slip Protection (WSP).
Pasir silika tersebut diletakan pada suatu tempat yang bernama sandbox atau kotak pasir ,Peletakan kotak pasir atau sandbox dilokomotif berbeda-beda sesuai dengan jenis lokomotifnya ,biasanya terletak pada bagian depan suatu lokomotif.
Contohnya pada lokomotif CC 201 , kotak pemasir juga memiliki kapasitas penyimpanan masing-masing sesuai dengan jenis lokomotif , contohnya pada lokomotif CC 203, dilansir dari wikipedia lokomotif CC 203 memiliki kapasitas kotak pasir (sand box) 510 liter dan pada lokomotif CC 202 memiliki kapasitas kotak pasir (sand box) 340 liter.
Pemasir pada lokomotif memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan efisiensi lokomotif pada saat berdinas. Pasir membantu meningkatkan traksi, dan menghadapi berbagai kondisi cuaca yang ekstrem. Dengan aplikasi yang tepat, pasir dapat memastikan bahwa kereta api terus berjalan dengan baik dan aman bagi penumpang dan kru.
Kenali Penyebab Roda Kereta Pernah Mengeluarkan Asap Saat Mengerem
