Rindu menggunakan kereta api melintasi jalur-jalur yang unik dan nyentrik? Tentu masyarakat merasa puas dan terbayarkan dengan hanya melihat dari balik jendela saat naik kereta api ke destinasi tujuan favorit. Banyak jalur kereta api di Jawa dan Sumatra yang masih eksotis hingga saat ini. Bahkan hampir semua masyarakat pengguna setia kereta api yang sering melakukan perjalanan ke kota tujuan.
Adapun jalur-jalur kereta api khususnya di Pulau Jawa masih banyak memiliki pemandangan yang menarik pun bersejarah. Sangat jelas bahwa jalur tersebut masih meninggalkan jejak peninggalan masa kolonial Belanda yang hingga kini masih dipertahankan keasliannya bahkan masih bisa digunakan. Meskipun beberapa lokasi sudah terlihat berubah, namun sepanjang jalur kereta api masih terlihat keasliannya.
Banyak lintasan rel yang menghadirkan pemandangan alam luar biasa, mulai dari persawahan hijau, pegunungan, lembah sungai, hingga laut lepas. Hal inilah yang membuat perjalanan kereta api terasa seperti wisata. Berikut 5 jalur kereta api terindah di Indonesia yang menawarkan pemandangan luar biasa.
• Pekalongan – Semarang
Jalur kereta api Pekalongan – Semarang menawarkan pemandangan yang sangat beragam, mulai dari persawahan, pedesaan, perkotaan, hutan, hingga tepi laut utara Jawa. Yang paling ikonik berada antara Stasiun Batang dan Krengseng. Jalur ini melintasi pesisir utara Jawa, bahkan beberapa kali sangat dekat ke laut. Terdapat juga stasiun Plabuan yang menjadi satu-satunya stasiun aktif di tepi laut.
• Purwakarta – Padalarang
Jalur ini dikenal sebagai jalur legendaris Jakarta-Bandung. Jalur ini pernah berjaya dengan layanan KA Parahyangan, Argo Gede, dan Argo Parahyangan. Lintasan ini mulai dioperasikan pada 2 Mei 1906 oleh Staatsspoorwegen. Jalur ini merupakan lintasan pegunungan dengan banyak jembatan panjang dan tinggi melintasi lembah. Selepas Stasiun Purwakarta, kereta akan mulai menanjak dan meliuk-liuk di punggungan bukit.
Di jalur ini terdapat Jembatan Cisomang yang menjadi jembatan kereta api tertinggi yang masih aktif di Indonesia. Selain itu, terdapat Terowongan Sasaksaat sepanjang 949 meter yang merupakan terowongan aktif terpanjang. Pemandangan ditutup dengan tikungan besar Padalarang dengan panorama persawahan hijau.
• Prupuk – Kroya
Merupakan jalur utama lintas selatan Jawa. Jalur ini mulai dioperasikan pada 1916–1917 oleh Staatsspoorwegen. Lintasan Prupuk hingga Purwokerto didominasi pegunungan tepatnya Pegunungan Pembarisan dan kaki Gunung Slamet. Penumpang akan melintasi berbagai jembatan seperti Tonjong dan Kalibelang. Salah satu yang paling panjang adalah Jembatan Sakalibel sepanjang 298 meter.
Setelah Stasiun Purwokerto, jalur menjadi lebih datar dan melintasi Sungai Serayu. Penumpang juga akan melewati Terowongan Notog dan Terowongan Kembar Kebasen. Semua keindahan ini dapat dinikmati dalam satu perjalanan.
• Cicalengka – Banjar
Jalur ini dibangun pada tahun 1887 hingga 1894 oleh Staatsspoorwegen. Awalnya dianggap mustahil karena kondisi alamnya yang ekstrem. Selepas Stasiun Cicalengka, kereta mulai menanjak tajam menuju Stasiun Nagreg. Stasiun ini merupakan stasiun aktif tertinggi di Indonesia dengan elevasi 848 mdpl. Jalur kemudian melintasi lereng Gunung Mandalawangi yang terjal dan berkelok.
Salah satu spot ikonik adalah tikungan tapal kuda Kadungora. Selain itu, penumpang juga akan melintasi Jembatan Cirahong yang unik karena digunakan kereta di atas dan kendaraan di bawah. Jalur ini berakhir di Stasiun Banjar sebagai stasiun penting pergantian masinis.
• Bogor – Cianjur
Jalur ini dibangun oleh Staatsspoorwegen dan mulai beroperasi penuh pada 10 Mei 1883. Hingga kini, lintasan ini dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daop 1 Jakarta dan Daop 2 Bandung. Penumpang akan disuguhkan pemandangan lembah Sungai Cisadane hingga Stasiun Maseng. Menjelang Stasiun Cigombong, panorama Gunung Salak dan Gunung Pangrango terlihat begitu memukau.
Setelah Stasiun Sukabumi, pemandangan pedesaan dan persawahan hijau menjadi suguhan utama. Salah satu momen ikonik adalah saat kereta melintasi Terowongan Lampegan sepanjang 686 meter. Terowongan ini merupakan yang tertua di Jawa Barat dan telah beroperasi sejak 1882. Untuk menikmati jalur ini, penumpang dapat menggunakan KA Pangrango relasi Bogor Paledang – Sukabumi dan KA Siliwangi relasi Sukabumi – Cipatat.
Sensasi Naik Kereta Api di Bumi Parahyangan Melewati Jembatan Terpanjang dan Tertua
