Sebuah pesawat Boeing 787-8 Dreamliner milik maskapai Air India terpaksa menyatakan status darurat umum (general emergency) saat mendekati wilayah udara Inggris pada Kamis malam, 8 Januari 2026. Pesawat dengan nomor penerbangan AI117 tersebut mengalami krisis bahan bakar setelah terjebak dalam pola penahanan (holding pattern) yang lama akibat cuaca musim dingin ekstrem.
Pesawat yang membawa penumpang dari Amritsar, India, menuju Birmingham, Inggris tersebut awalnya dijadwalkan mendarat di Bandara Birmingham. Namun, saat mendekati tujuan, Badai Goretti membawa hujan salju lebat dan penurunan jarak pandang yang drastis di bawah batas minimum keselamatan. Kondisi ini memaksa otoritas Bandara Birmingham untuk menutup sementara landasan pacu guna pembersihan salju.
Harga Tiket Pesawat ke Eropa Melambung Tinggi Akibat Krisis Bahan Pencair Salju dan Badai Ekstrem
Pancaran Sinyal Squawk 7700
Setelah berputar-putar di langit selama beberapa waktu menunggu pembukaan landasan, cadangan bahan bakar pesawat dengan registrasi VT-NAC tersebut mulai mencapai tingkat kritis. Menanggapi situasi ini, kru pesawat segera mengaktifkan kode transponder Squawk 7700, sebuah sinyal internasional yang menginstruksikan pengatur lalu lintas udara (ATC) bahwa pesawat memerlukan prioritas utama karena kondisi darurat.
ATC Inggris segera memberikan prioritas bagi Dreamliner tersebut untuk dialihkan ke Bandara London Heathrow (LHR). London Heathrow dipilih karena memiliki landasan pacu yang lebih panjang dan dilengkapi dengan Category III Instrument Landing System (ILS) canggih, yang memungkinkan pesawat mendarat dengan aman meski dalam kondisi cuaca buruk sekalipun.
Berkat koordinasi yang cepat, Air India AI117 berhasil mendarat dengan selamat di landasan pacu 09L London Heathrow tanpa insiden tambahan. Pesawat kemudian bergerak menuju gerbang B49 untuk menurunkan penumpang. Dilaporkan tidak ada cedera di antara penumpang maupun awak kabin.
Insiden ini menambah daftar gangguan penerbangan massal yang melanda wilayah Eropa Barat pekan ini akibat badai salju dan angin kencang. Pihak maskapai menyatakan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama dan keputusan untuk menyatakan status darurat bahan bakar diambil sesuai dengan protokol keselamatan penerbangan internasional guna memastikan pesawat mendapatkan jalur pendaratan tercepat.
Krisis De-Icing di Eropa: Maskapai Berebut Bahan Pencair Salju demi Terjang Badai Ekstrem
