Pagi yang cerah di Provinsi Chachoengsao berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam bagi ratusan komuter yang tengah menempuh perjalanan menuju Bangkok pada Kamis, 15 Januari 2026. Tepat pada pukul 08:15 waktu setempat, sebuah kecelakaan transportasi yang mengerikan terjadi ketika sebuah derek konstruksi raksasa roboh dan menghantam kereta api penumpang yang sedang melaju kencang di bawahnya. Dentuman keras baja yang menghujam gerbong kereta seketika memecah keheningan pagi, diikuti oleh jeritan histeris dari para penumpang yang terjebak dalam reruntuhan logam.
Lengan baja dari crane proyek pembangunan jembatan layang tersebut jatuh secara vertikal dan menghancurkan atap gerbong kedua serta ketiga dengan kekuatan yang sangat dahsyat. Akibat hantaman tersebut, sebanyak 32 orang dilaporkan tewas di tempat, sementara puluhan lainnya menderita luka berat.
Lokasi kejadian yang berada sekitar 80 kilometer di timur ibu kota Thailand ini segera dipenuhi oleh tim medis dan penyelamat dari berbagai yayasan kemanusiaan yang bergegas memotong rangka besi gerbong demi mengevakuasi korban yang terjepit di bawah beban material beton dan baja.
Suasana di lokasi evakuasi sangat memilukan, di mana petugas penyelamat harus bekerja ekstra hati-hati di tengah risiko struktur bangunan yang masih tidak stabil. Para korban luka segera dilarikan ke Rumah Sakit Buddhasothorn untuk mendapatkan perawatan darurat, sementara jalur kereta api rute timur yang menghubungkan Bangkok hingga Aranyaprathet dinyatakan lumpuh total. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa evakuasi kemungkinan besar akan memakan waktu hingga satu hari penuh mengingat beratnya puing-puing yang menutupi jalur rel utama tersebut.
Hingga saat ini, investigasi mendalam tengah diarahkan pada kontraktor yang bertanggung jawab atas proyek konstruksi jembatan layang tersebut. Dugaan awal mengarah pada adanya kelalaian prosedur keamanan dalam pengoperasian alat berat saat kereta api aktif sedang melintas di bawah area kerja. Gubernur setempat pun telah mengeluarkan perintah tegas untuk menghentikan seluruh aktivitas konstruksi di sepanjang jalur kereta api guna melakukan audit keselamatan secara menyeluruh, demi memastikan tragedi serupa tidak kembali terulang di masa depan.
Hubungkan Tiga Bandara Utama: Ambisi Megaproyek Thailand Bangun Kereta Cepat Sepanjang 220 Km
