Friday, January 16, 2026
HomeAnalisa AngkutanAlasan Unik di Balik Berhentinya Operasi Bandara Sydney Selama 7 Jam Setiap...

Alasan Unik di Balik Berhentinya Operasi Bandara Sydney Selama 7 Jam Setiap Malam

Jika Anda melihat peta pelacakan penerbangan menuju Sydney menjelang tengah malam, Anda mungkin akan melihat pemandangan unik, deretan pesawat yang seolah-olah sedang “balapan” atau berputar-putar di lepas pantai. Fenomena ini terjadi karena Bandara Sydney menerapkan salah satu kebijakan jam malam (curfew) paling ketat di dunia, yang melarang hampir semua aktivitas pendaratan dan lepas landas selama tujuh jam setiap harinya.

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Berikut adalah rangkuman mengapa salah satu bandara tersibuk di Australia ini harus “tidur” di saat bandara internasional lainnya tetap beroperasi 24 jam.

Perlindungan Warga dari Polusi Suara
Alasan utama penerapan jam malam ini adalah untuk mengelola polusi suara pesawat guna melindungi kualitas tidur masyarakat yang tinggal di sekitar area bandara. Secara hukum federal, Bandara Sydney dilarang beroperasi antara pukul 23.00 hingga 06.00 waktu setempat.

Aturan ini diawasi ketat oleh Departemen Infrastruktur dan Transportasi Australia. Maskapai yang melanggar batas waktu tersebut tanpa izin khusus dapat menghadapi denda besar dan tuntutan hukum. Hal inilah yang memicu kesibukan luar biasa bagi pilot dan petugas menara pengawas sesaat sebelum jam 11 malam, guna memastikan pesawat mendarat tepat waktu sebelum pintu gerbang udara benar-benar tertutup.

Siapa Saja yang Boleh Terbang Saat Jam Malam?
Meskipun disebut “jam malam”, bandara tidak sepenuhnya mati total. Ada beberapa pengecualian untuk jenis penerbangan tertentu yang dianggap mendesak atau memenuhi kriteria khusus, antara lain:

Penerbangan Darurat
Termasuk ambulans udara, pesawat polisi, misi pencarian dan penyelamatan (SAR), serta pesawat yang mengalami keadaan darurat medis di tengah penerbangan.

Pesawat yang Lebih Senyap
Beberapa pesawat kargo kecil atau jet pribadi yang memiliki tingkat kebisingan sangat rendah dan memenuhi standar teknis tertentu terkadang diizinkan beroperasi.

Penerbangan Khusus (Shoulder Flights)
Pemerintah terkadang memberikan izin terbatas untuk sejumlah kecil penerbangan internasional yang terdampak perbedaan waktu, biasanya di antara pukul 23.00-00.00 atau 05.00-06.00.

Mengenal Tower ATC Bandara Sydney, Salah Satu Tower ATC Paling Unik di Dunia

Kebijakan Sydney ini cukup kontras jika dibandingkan dengan hub internasional besar lainnya. Sebagai contoh, Bandara Heathrow di London tidak menutup operasional secara total, melainkan menggunakan sistem kuota poin kebisingan untuk membatasi jumlah penerbangan malam. Sebaliknya, Bandara Zurich di Swiss menerapkan aturan serupa dengan Sydney, yaitu penutupan hampir total dari pukul 23.30 hingga 06.00.

Langkah Sydney ini menunjukkan komitmen pemerintah Australia dalam menyeimbangkan antara kebutuhan ekonomi transportasi udara dengan kenyamanan hidup warga lokal. Bagi para pelancong, aturan ini berarti perencanaan perjalanan yang lebih ketat, namun bagi warga Sydney, ini adalah jaminan untuk malam yang lebih tenang tanpa deru mesin jet di atas atap rumah mereka.

Senyapnya Langit Dini Hari: Mengapa Bandara Internasional Jarang Beroperasi Penuh 24 Jam

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru