Monday, January 19, 2026
HomeAnalisa AngkutanSurga Jajan di Jalur Kereta: Mengapa Stasiun Cipeundeuy Jadi Favorit Penumpang?

Surga Jajan di Jalur Kereta: Mengapa Stasiun Cipeundeuy Jadi Favorit Penumpang?

Menggunakan kereta api di jalur selatan, tak sekadar bisa menikmati pemandangan yang terkenal luar biasa indah. Bahkan saat pemberhentian di stasiun , justru penumpang diperbolehkan untuk keluar dari kereta dan membeli jajanan yang telah tersedia di stasiun. Bahkan bagi penumpang momen inilah yang ditunggu saat kereta api berhenti selama 10 menit. Bahkan stasiun ini menjadi andalan penumpang untuk mengisi perut yang sudah merasa lapar.

Ya, siapa tak kenal dengan Stasiun Cipeundeuy. Julukannya saja ‘stasiun sakti’ ini membuat penumpang bisa leluasa membeli aneka jajanan yang telah disediakan pihak dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) khususnya Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung. Sebanyak belasan kios berjejer di sebelah timur stasiun dengan pedagang yang tak henti-hentinya berteriak memanggil penumpang yang tiba dan turun dari kereta.

Tak hanya penumpang kelas ekonomi saja, penumpang kelas elit pun tak luput dari pembelian aneka jajanan tersebut. Harganya yang murah meriah serta masih hangat menambah suasana yang intensitas cuaca di area stasiun selalu dingin. Bahkan jika Stasiun Cipeundeuy turun hujan, enak jajanan hangat pun sangat cocok bagi seluruh penumpang yang menikmatknya.

Diketahui kios-kios tersebut telah diresmikan pada November 2025 lalu. Dan ini merupakan kemudahan bagi seluruh penumpang kereta api jika ingin memanfaatkan waktu pemberhentian kereta api selama 10 menit tersebut diperbolehkan untuk membeli makanan di kios stasiun. Karena sebelumnya para pedagang ini menjual di luar stasiun yang membuat para penumpang terpaksa harus keluar hanya sekadar membeli jajanan.

Diketahui bahwa kereta api wajib berhenti di Stasiun Cipeundeuy yakni untuk keperluan pemeriksaan rangkaian serta sistem pengereman. Sebab, kereta api akan melalui jalur tanjakan dan turunan yang cukup tajam setelah Stasiun Cipeundeuy sehingga harus dipastikan sarananya dalam kondisi kondisi prima. Kebijakan itu berlaku untuk seluruh kereta api, baik yang datang dari arah barat maupun timur.

Rutinitas pengecekan rem dan rangkaian di Stasiun Cipeundeuy ini ternyata pengingat dari Tragedi Trowek yang terjadi pada 24 Oktober 1995 silam. Dikutip dari laman Kompas, bahwa kala itu saat tengah malam, kereta api gabungan Galuh dan Kahuripan mengalami kecelakaan di dekat Jembatan Trowek. Tepatnya, lokasi kecelakaan berada di Lembah Trowek, Kampung Sarapat, Desa Dirgahayu, Kecamatan Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Ketika itu, satu rangkaian kereta api anjlok, terperosok, dan kemudian menabrak tebing di Lembah Trowek. Kecelakaan maut tersebut menyebabkan 20 orang kehilangan nyawa serta 90 orang lainnya luka berat dan ringan. Sebagian besar korban meninggal adalah penumpang yang melompat karena panik, tanpa menyadari bahwa kereta sedang melintasi jurang. Seluruh penumpang yang dievakuasi mencapai lebih dari 250 orang.

Nge-Trip KA Serayu – Tiketnya Murah, Pemandangannya Pun Indah

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru