Stasiun kereta api di Indonesia memiliki segudang arsitektur yang terlihat unik bahkan masih bisa dinikmati semua masyarakat. Berbagai gaya arsitektur dari beberapa negara di dunia, salah satunya adalah bergaya seperti Eropa. Ya, bagi yang belum melihat bahkan hampir tak mengetahui bahwa stasiun ini berada di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya berada di jalur utara Pulau Jawa.
Ya, diketahui stasiun ini merupakan salah satu stasiun tertua di urutan keempat di Indonesia. Walaupun usianya sudah ratusan tahun, namun bangunannya masih berdiri kokoh. Pada masa kolonial pemerintah Hindia Belanda membangun sebuah stasiun kereta api dengan gaya arsitektur ala negeri Switzerland (Swiss).
Dilansir dari heritage.kai.id, salah satu stasiun kereta api tertua urutan keempat di Indonesia ini adalah Stasiun Tanggung. Stasiun Tanggung adalah salah satu stasiun yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Lebih tepatnya terletak di Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Stasiun Tanggung pertama dibangun pada tahun 1864.
Pada 10 Agustus 1867 Stasiun ini menjadi saksi dibukanya jalur Kereta api pertama antara Tanggung – Kemijen sejauh 25 km. Ada hal unik di Stasiun ini salah satunya adalah tugu peringatan dengan tulisan “Di Bumi inilah kita bermula” sebagai pengingat sejarah bermulanya kereta api di Indonesia.
Walaupun sudah cukup tua, namun Stasiun Tanggung ini bangunannya masih berdiri kokoh. Seperti dikatakan babwa Stasiun Tanggung menjadi stasiun tertua urutan keempat di Indonesia yaitu setelah Stasiun Semarang NIS, Allas Toewa dan Broemboeng.
Stasiun tertua urutan keempat ini berada di ketinggian +20 m diatas permukaan laut. Bangunan pada Stasiun Tanggung ini ternyata memiliki keunikan lainnya. Terdapat bangunan rumah panggung di belakang bangunan stasiun yang terbuat dari kayu. Kabarnya, bangunan rumah kayu tersebut merupakan rumah Kepala Stasiun Tanggung.
Stasiun Tanggung kini berfungsi sebagai stasiun pemantau. Tentu saja bukan sebagai naik dan turun penumpang. Maka tak heran tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun legendaris ini. Meski begitu, pemerintah setempat telah menetapkannya sebagai salah satu bangunan bersejarah yang dilindungi UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Kedungjati, Stasiun yang Direncanakan Cukup Lama Sebagai Penghubung Menuju Ambarawa
