Berbagai macam perjalanan dari Jakarta maupun Bandung menuju Malang, masyarakat bisa menggunakan kereta api dari berbagai kelas sesuai dengan waktu yang diinginkan. Perjalanan ini bisa dibilang paling efektif bagi masyarakat yang biasa menggunakan kereta api ke Malang walaupun jalur yang dilalui sudah memiliki jalur ganda.
Mulai dari kelas ekonomi, eksekutif hingga luxury perjalanan ke Malang makin terasa bervariasi. Tergantung dari masyarakat yang menginginkan waktu perjalanan yang sesuai rencana. Namun, jika diketahui bahwa lintas Jakarta – Malang ternyata ada beberapa kereta api yang masih melekat di hati masyarakat terutama untuk kelas eksekutif yang satu ini. Ya, inilah Kereta Api (KA) Gajayana dengan rute Gambir – Malang pp.
Diketahui KA Gajayana pertama kali beroperasi pada 28 Oktober 1999, melayani rute Malang–Jakarta (Gambir) via jalur selatan. Nama Gajayana diambil dari Raja Gajayana, raja Kerajaan Kanjuruhan pada abad ke-8 di Malang, Jawa Timur. Pada 1999, KA ini dioperasikan menggunakan kereta campuran eksekutif dan bisnis. Namun, Sejak Oktober 2008, KA ini bertransformasi menjadi kereta kelas eksekutif penuh.
Meski saat ini KA Gajayana sudah meningkat pelayanan dan kenyamanannya, masyarakat tetap memilih kereta api ini sebagai pilihan yang sesuai. Karena jadwal keberangkatan pada malam hari dari Jakarta dan menjelang sore hari dari Malang, membuat KA Gajayana tentu satu-satunya kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi.
Tak heran, KA Gajayana telah menjadi salah satu tulang punggung mobilitas antarkota di Pulau Jawa sepanjang 2025. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) telah mencatat jumlah penumpang KA Gajayana mencapai 380.715 orang dalam periode tersebut, seiring tingginya kebutuhan perjalanan masyarakat dari daerah menuju Jakarta dan sebaliknya.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, angka tersebut mencerminkan konsistensi arus perjalanan antarkota, khususnya pada lintas Malang–Jakarta yang dilalui KA Gajayana. Perjalanan yang memakan waktu hingga 12 jam dan memiliki jarak tempuh sekitar 905 kilometer ini tentu melewati stasiun-stasiun kota besar di Pulau Jawa, seperti Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun, Kediri dan Blitar
Tentu saja layanan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keterhubungan antarwilayah yang memiliki karakter ekonomi dan aktivitas masyarakat yang beragam. Untuk di wilayah Malang, perjalanan kereta api didukung oleh aktivitas pendidikan, jasa, dan pariwisata yang stabil. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024–2025 menunjukkan sektor perdagangan dan jasa menjadi penopang utama perekonomian kota ini, yang berkaitan erat dengan kebutuhan transportasi antarkota.
Sementara itu, di Blitar, Kediri, dan Madiun, mobilitas menggunakan kereta api turut menopang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, mulai dari perjalanan keluarga hingga mobilitas pelaku usaha.
Lalu untuk Solo Balapan dan Yogyakarta, KA Gajayana melayani kawasan dengan aktivitas budaya dan pendidikan yang kuat. Publikasi BPS Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2025 mencatat pergerakan wisatawan nusantara yang tinggi, mencerminkan peran transportasi kereta api dalam mendukung perjalanan wisata dan kegiatan sosial lintas daerah.
Purwokerto juga berperan sebagai simpul perjalanan masyarakat di wilayah Jawa Tengah bagian barat. Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Banyumas menurut BPS 2024–2025 menunjukkan dominasi sektor perdagangan dan jasa, sejalan dengan kebutuhan perjalanan antarkota menggunakan kereta api.
Perjalanan KA Gajayana turut melayani Cirebon sebagai kota penghubung menuju wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Aktivitas perjalanan di kota ini berkaitan dengan sektor perdagangan, jasa, dan akomodasi, dengan tingkat hunian hotel yang relatif stabil sepanjang 2025.
Selain mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata, KA Gajayana juga berperan menjaga keterhubungan sosial masyarakat lintas wilayah. Memasuki 2026, KAI mulai menggunakan rangkaian Stainless Steel New Generation pada layanan KA Gajayana untuk meningkatkan kenyamanan dan keandalan perjalanan jarak jauh.
Bakalan Hemat Ongkos dan Waktu, Kalau Penumpang Naik Kereta Bandara YIA
