Memasuki Bulan Suci Ramadhan merupakan yang dinanti para umat muslim dunia khususnya masyarakat Indonesia. Selama Ramadhan masyarakat disuguhkan dengan hak-hal yang mengandung kajian Islam untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan. Selain masyarakat berlomba mencari pahala yang sebanyak-banyaknya di bulan suci, tradisi yang tak pernah lepas dari masyarakat Indonesia adalah pulang kampung.
Ya, berbagai sarana transportasi pilihan untuk masyarakat Indonesia telah tersedia. Mulai daei transportasi darat, laut, dan udara. Namun tradisi yang paling dominan masyarakat Indonesia adalah transportasi darat, salah satunya tentu saja kereta api. Nah, arus mudik menggunakan kereta api saat ini sudah terlihat dari penjualan tiket menjelang masuknya Hari Raya Idul Fitri.
Terlihat khususnya penjualan tiket melalui aplikasi dan website sudah bisa dipesan H-45 sebelum keberangkatan. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) sendiri bahkan sudah mengantisipasi lonjakan penumpang yang akan menggunakan transportasi berbasis rel ini. Tentunya KAI pun optimistis penjualan tiket Lebaran 2026 ini akan melonjak seiring tersedianya kereta api ke betbagai wilayah di Jawa dan Sumatra.
Namun penjualan tiket kereta api saat ini masih terlihat untuk layanan reguler jarak jauh saja. Meskipun berbagai diskon potongan harga tiket yang tercantum pun sudah habis terjual. Apalagi penjualan tiket kereta api yang disediakan secara gratis tak luput dari serbuan masyarakat yang ingin memilikinya. Layanan penjualan tiket kereta api reguler pun sebetulnya masih tersedia hingga menjelang Lebaran 2026. Namun, masyarakat tetap bertanya-tanya soal keberadaan kereta api tambahan apakah tetap dijalankan atau tidak.
KAI pen mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ingin mudik menggunakan kereta api saat ini belum membuka penjualan tiket kereta api tambahan untuk masa angkutan Lebaran Idulfitri 2026. Masyarakat diminta bersabar menunggu pengumuman resmi.
Hingga saat ini, jadwal dan penjualan tiket kereta api tambahan untuk puncak arus mudik dan balik belum dirilis. Menurut keterangan resmi dari KAI, proses ini sedang dalam tahap finalisasi teknis dan operasional.
Alasan penundaan karena KAI tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh (ramp check) terhadap sarana, mulai dari lokomotif hingga rangkaian kereta. Langkah ini bertujuan menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang dengan memastikan semua kereta tambahan beroperasi dalam kondisi terbaik (top condition).
Dari data yang disampaikan, sampai 4 Februari 2026 lalu, total tiket KA Lebaran yang terjual telah mencapai 435.708 tiket. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-2 Lebaran (Kamis, 19 Maret 2026) dengan penjualan tertinggi sebanyak 58.759 tiket, diikuti H-3 dengan 56.685 tiket. Stasiun tujuan favorit untuk arus mudik (H-10 sampai dengan H+1) adalah Purwokerto, Yogyakarta, Semarang Tawang, Kutoarjo, dan Surabaya Pasarturi.
Bagi masyarakat yang ingin terus memantau dan memesan tiket kereta api, tentunya selalu tersedia melalui akun media sosial resmi KAI, khususnya Instagram @kai121_. KAI berkomitmen untuk menyediakan pengalaman mudik yang aman dan nyaman bagi seluruh penumpang. Informasi resmi tersebut juga akan diumumkan mengenai tanggal pembukaan penjualan tiket tambahan disediakan.
Yuk Disimak, Ini yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Kita Naik Kereta Api
