Bagi banyak wisatawan, menggunakan taksi di negara asing sering kali menjadi pilihan transportasi yang paling praktis. Namun, sebuah laporan terbaru yang dirilis oleh platform asuransi perjalanan Inggris, Quotezone.co.uk, memberikan peringatan serius bagi para pelancong yang berencana mengunjungi Asia Tenggara. Berdasarkan ulasan dari ribuan wisatawan, tiga negara di kawasan ini masuk dalam daftar sepuluh besar tujuan wisata dunia dengan insiden penipuan taksi (taxi scam) tertinggi di dunia.
Thailand menempati posisi teratas sebagai negara dengan jumlah keluhan penipuan taksi terbanyak di Asia Tenggara, dan menduduki peringkat kedua secara global tepat di bawah Turki. Isu utama yang sering dikeluhkan oleh turis di Negeri Gajah Putih ini adalah praktik pengemudi taksi yang menolak menggunakan argometer atau sengaja mengambil rute yang lebih jauh demi menaikkan tarif. Selain Thailand, dua negara tetangganya yakni Vietnam dan Filipina juga masuk dalam daftar hitam ini, masing-masing menempati posisi ke-6 dan ke-10 di tingkat dunia.
Di Vietnam, para wisatawan sering kali melaporkan modus penipuan yang melibatkan manipulasi tarif pada layar meteran atau pengalihan rute secara sepihak ke hotel atau toko tertentu di mana pengemudi mendapatkan komisi. Sementara itu, di Filipina, masalah klasik berupa pengenaan harga tetap (fixed price) yang jauh di atas tarif normal masih menjadi momok bagi para turis, terutama di titik-titik transportasi utama seperti bandara dan terminal bus.
Laporan ini disusun dengan menganalisis frekuensi kata kunci “penipuan taksi” atau “tarif mahal” dalam ulasan wisatawan di lima destinasi wisata populer di setiap negara. Meskipun data ini mencerminkan tingginya keluhan, para ahli perjalanan menekankan bahwa angka tersebut juga dipicu oleh tingginya volume kunjungan turis ke negara-negara tersebut. Semakin populer sebuah destinasi, semakin besar pula peluang munculnya oknum pengemudi yang mencoba mengambil keuntungan tidak sah dari ketidaktahuan pendatang.
Untuk meminimalisir risiko menjadi korban, para pelancong disarankan untuk lebih cerdas dalam memilih moda transportasi. Penggunaan aplikasi ride-hailing atau transportasi daring sering kali menjadi solusi paling aman karena tarif sudah ditentukan sejak awal dan rute perjalanan terpantau secara digital. Jika harus menggunakan taksi konvensional, pastikan untuk selalu meminta pengemudi menyalakan argometer sebelum kendaraan bergerak atau melakukan riset singkat mengenai estimasi tarif normal dari titik keberangkatan ke tujuan.
Kesadaran akan risiko ini bukan berarti harus menyurutkan niat untuk menjelajahi keindahan Asia Tenggara. Dengan tetap waspada dan memanfaatkan teknologi transportasi yang ada, wisatawan tetap dapat menikmati pesona eksotis Thailand, Vietnam, dan Filipina tanpa harus terjebak dalam perangkap biaya yang membengkak akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.
Pertama Kali Mau Naik Taksi di Luar Negeri? Sebelumnya Baca Tips Ini
