Masyarakat ‘anker’ khususnya di wilayah jalur Bogor dan sekitarnya bakal mendapat kabar gembira. Setelah berhasil dan suksesnya meresmikan serta mengoperasikan Stasiun Pondok Rajeg di lintas Citayam – Nambo, kedepannya pemerintah akan merencanakan pengoperasian Stasiun Gunung Putri.
Stasiun tersebut memang sudah cukup lama tidak beroperasi, padahal masyarakat sekitar berharap agar segera digunakan sebagai naik dan turun Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line. Stasiun ini sempat terlupakan akan kehidupan lalu yang pernah ramai di gandrungi masyarakat sekitar. Dahulu sejak adanya rangkaian kereta api bertenaga diesel aktif beroperasi lintas Tanah Abang – Nambo, stasiun ini menjadi panutan penumpang karena aksesnya lebih praktis.
Jalur utama yang dulu digunakan sudah tertutup oleh semak belukar dan jalanan licin karena hujan. Namun, masih ada akses alternatif melalui jalan warga di Kampung Muara. Dari sana, pejalan kaki bisa menuruni tangga kecil menuju area bekas emplasemen stasiun yang dulunya ramai.
Stasiun yang dibangun sejak tahun 1996 ini menjadi simbol masa lalu yang belum selesai. Meski sudah di nonaktifkan pada 2007, potensinya untuk kembali hidup sebetulnya masih sangat besar. Kini, hanya bangunan kosong dan jalur kereta yang masih dilintasi KRL Commuter Line tanpa berhenti dan singgah. Keberadaan peron yang masih utuh menunjukkan bahwa infrastruktur dasarnya belum sepenuhnya hilang.
Tapi menurut kabar dari berbagai sumber, bahwa Stasiun Gunung Putri digadang-gadang bakal beroperasi sepertinya Stasiun Pondok Rajeg yang mati suri. Ya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana untuk membuka kembali operasional Stasiun Gunung Putri yang berada di Jalur Citayam-Nambo dan menjadi bagian dari jalur Jakarta Kota-Bogor.
Menurut Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub, Allan Tandiono mengatakan saat ini pihaknya masih mengevaluasi rencana tersebut dan belum dipastikan kapan pembangunan akan dimulai. Pihaknya saat ini akan berfokus pada revitalisasi stasiun-stasiun yang ada di jalur Manggarai – Bojonggede – Bogor terlebih dahulu.
Sebagai informasi, Menteri Perhubungan sebelumnya yakni Budi Karya Sumadi menyatakan pihaknya sudah mengkaji rencana pembangunan kembali Stasiun Gunung Putri, terutama terkait pembebasan lahan. Namun, pihaknya tidak menyatakan kapan pembangunan Stasiun Gunung Putri akan berlangsung.
Adapun lokasi eks Stasiun Gunung Putri berada di dekat dengan pabrik semen Indocement. Seperti halnya Stasiun Pondok Rajeg, lokasi stasiun juga berdekatan dengan jalan raya, sehingga kehadirannya tentu ditunggu oleh masyarakat sekitar. Namun kondisi saat ini, eks Stasiun Gunung Putri memprihatinkan.
Tentunya, Stasiun Gunung Putri saat ini tengah ditunggu-tunggu oleh pengguna KRL jalur Citayam – Nambo, setelah Stasiun Pondok Rajeg berhasil dioperasikan kembali pada 19 Oktober 2024. Apalagi masyarakat bisa mengakses dengan mudah dan terjangkau di Stasiun Pondok Rajeg.
Tulisan “Sukaresmi” Muncul pada Peta Jaringan di KRL Baru, Apakah Stasiun Baru?
