Friday, April 17, 2026
HomeAnalisa AngkutanRangkaian KRL Lintas Tanah Abang – Rangkasbitung Bakal Ditambah, Ini yang Dirasakan...

Rangkaian KRL Lintas Tanah Abang – Rangkasbitung Bakal Ditambah, Ini yang Dirasakan Masyarakat

Masyarakat pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line sudah semakin dimudahkan dengan akses di wilayah Jabodetabek. Tentunya, banyak kawasan yang terjangkau hanya dengan menggunakan KRL. Seperti pada lintas Tanah Abang – Rangkasbitung yang mayoritas masyarakatnya adalah pekerja dan pedagang. Pada lintas tersebut sudah banyak tersedia rangkaian KRL untuk mengantarkan para penumpang.

Diketahui jalur ini memiliki akses yang praktis di setiap stasiun perhentian sepanjang perjalanan KRL. Terdapat 20 stasiun pemberhentian KRL yang bisa dijangkau masyarakat menuju ke berbagai kawasan di Jabodetabek. Adapun rangkaian KRL yang beroperasi tentu berbagai macam seri. Namun, semua rangkaian yang melintas di jalur tersebut mayoritas masih menggunakan 10 Stamformasi (SF).

Tidak seperti pada lintas Bekasi/Cikarang dan Depok/Bogor, rangkaian KRL hingga saat ini memiliki panjang hingga 12 SF. Meskipun untuk rute Tanah Abang – Rangkasbitung masih mengoperasikan sepanjang 10 SF, tapi pihak PT KAI Commuter masih terus mengujicoba rangkaian KRL sepanjang 12 SF. Uji coba yang dilakukan pun menggunakan rangkaian KRL baru yakni CRRC.

Menurut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, akan berencana meningkatkan kapasitas angkutan KRL lintas Tanah Abang – Rangkasbitung melalui penggantian rangkaian kereta dengan rangkaian yang lebih banyak hingga 12 kereta. Tentunya langkah ini dilakukan untuk mengatasi kepadatan penumpang sekaligus meningkatkan layanan transportasi massal di wilayah penyangga Jakarta.

Namun demikian, Dudy menegaskan bahwa penggantian rangkaian KRL tersebut harus didukung dengan peningkatan jaringan elektrifikasi. Karena dengan sistem elektrifikasi yang lebih baik, frekuensi perjalanan KRL (headway) dapat dipersingkat. Apalagi ditambah dengan penambahan rangkaian KRL pada setiap rangkaiannya.

Selain meningkatkan layanan, pengembangan ini juga diharapkan mendorong pemerataan hunian di wilayah penyangga ibu kota. Terkait kebutuhan listrik, Kemenhub juga akan bekerja sama dengan PLN untuk memastikan pasokan energi mencukupi. Meski menjadi prioritas, Dudy meminta masyarakat bersabar karena proyek ini membutuhkan pembiayaan besar dan tata kelola yang matang.

Sistim elektrifikasi lintas Tanah Abang – Rangkasbitung pun telah mencapai 72,769 kilometer di sepanjang jalur ganda. Jika layanan perjalanan rangkakan KRL telah meningkat yang semula 10 SF menjadi 12 SF, maka kapasitas angkut pun meningkat. Selain itu kenyamanan perjalanan ikut membaik. Serta pengembangan prasarana terus dilakukan untuk menyempurnakan jaringan.

KAI Commuter mencatat volume pengguna KRL lintas Rangkasbitung juga meningkat. Pada 2022 tercatat 43,3 juta pelanggan. Angka ini naik menjadi 62 juta pada 2023, lalu 69,9 juta pada 2024, dan 77,5 juta pada 2025. Periode Januari hingga Maret 2026 mencapai 20,1 juta pelanggan.

Menjadi Saksi Sejarah Perang Kemerdekaan, Stasiun Rangkasbitung juga Sebagai Tombak Perekonomian

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru