Friday, May 8, 2026
HomeAnalisa AngkutanStasiun Kalibaru: Pintu Masuk Wisata Menuju Gerbang di Bumi Blambangan

Stasiun Kalibaru: Pintu Masuk Wisata Menuju Gerbang di Bumi Blambangan

Bagi yang doyan liburan wisata pemandangan alam yang eksotis di wilayah timur Pulau Jawa, daerah ini sepertinya cocok wisatawan dari berbagai daerah. Ya, menggunakan kereta api menuju perjalanan ke daerah Banyuwangi kini sudah tak perlu khawatir lagi dengan kereta api yang melintas. Karena sudah cukup banyak pilihan kereta api yang salah satunya bisa dari Jakarta maupun Bandung secara langsung.

Salah satu stasiun yang kini makin ramai dengan pesona wisata dan penumpang yang ingin berlibur dengan suasana yang alam yang eksotik, Stasiun Kalibaru pilihannya. Berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Banyuwangi, stasiun ini merupakan stasiun kereta api yang terletak di Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Stasiun ini berfungsi sebagai penghubung penting antara kota-kota di Jawa Timur dan sekitarnya, melayani penumpang yang bepergian ke dan dari Banyuwangi serta daerah sekitarnya.

Stasiun Kalibaru memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perkembangan transportasi kereta api di Indonesia. Dibangun pada masa kolonial Belanda, stasiun ini awalnya berfungsi untuk mendukung pengangkutan hasil bumi dan komoditas lainnya dari wilayah Banyuwangi ke berbagai daerah.

Seiring berjalannya waktu, peran stasiun ini berkembang menjadi pusat transportasi penumpang, tetapi juga mempertahankan nilai historis bangunan, menjadikannya salah satu landmark penting di Banyuwangi. Kini, Stasiun Kalibaru terus beroperasi dengan melayani berbagai rute perjalanan, menjadi saksi bisu perkembangan transportasi kereta api di Indonesia. Maka tak heran, semua kereta api yang melintas berhenti di Stasiun Kalibaru.

Tak hanya itu, sejak tahun 2016, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daop 9 Banyuwangi membuka layanan angkutan Lori Wisata Kalibaru. Lori tersebut memulai perjalanannya dari Stasiun Kalibaru menuju Stasiun Mrawan dan berakhir di Stasiun Garahan pulang-pergi. Dalam perjalanan sejauh sekitar 20 kilometer ini, penumpang diajak melintasi hamparan perkebunan kopi yang hijau di ketinggian 400 meter di atas permukaan laut.

Udaranya yang sejuk serta suasana pegunungan yang tenang akan membuat penumpang merasa rileks sepanjang perjalanan. Selain itu, perjalanan tersebut juga menawarkan pengalaman seru melewati dua terowongan keretaa api, yakni Terowongan Mrawan (690 meter) dan Terowongan Garahan (113 meter). Kedua terowongan tersebut dibangun pada masa pemerintahan Kolonial Belanda awal abad ke-19.

Meski saat ini Kalibaru terkesan ‘tenggelam’ dengan pengembangan wisata di kawasan Kawah Ijen atau Pulau Merah, namun daya tarik wilayah yang menjadi gerbang ke Bumi Blambangan dari arah barat ini akan membuat yang berkunjung ke Kalibaru tercengang dan ketagihan.

Kawasan Kalibaru memang menawarkan pesona alam yang mengundang decak kagum. Kecamatan yang letaknya di paling barat Banyuwangi ini sudah lama dikenal menjadi pintu masuk ke Kabupaten Banyuwangi dari arah barat melalui jalur selatan yang melewati Kabupaten Jember.

Suasana alam yang asri membuat banyak wisatawan betah. Diperkirakan lahan yang dipakai untuk hunian penduduk berkisar 40 persen dari seluruh wilayah di Kalibaru. Sudah sejak lama wisatawan asing, khususnya dari Belanda datang ke Kalibaru. Tak heran, kawasan Kalibaru ini pun berada di ketinggian 428 m di atas permukaan laut.

Keadaan tanahnya adalah daerah pegunungan yang sangat subur sebab dikelilingi beberapa gunung, yakni Gunung Gending, Gunung Terong, Gunung Raung, Gunung Gumitir, dan Gunung Menyan sehingga udara terbilang sejuk.

Karena dikelilingi gunung, lahannya banyak digunakan untuk perkebunan dan hutan. Tanaman yang dibudidayakan antara lain kopi, coklat, karet, teh, dan pinus. Udara dingin yang berkisar 20 hingga 28 derajat Celcius bisa jadi cocok untuk menjadi pilihan masyarakat urban yang tinggal di kota-kota besar memutuskan berlibur melepas penat dari rutinitas dan bisingnya kehidupan kota besar.

Untuk itu, jika ingin berkunjung ke Kalibaru saat turun dari kereta api, pastikan juga untuk menikmati semua pesona wisata yang ada disana serta bisa menginap agar bisa puas menikmati keindahan di Kalibaru. Jika tak bisa menginap, itu artinya belum bisa menikmati keindahan yang sesungguhnya.

Sempat Hancur Dilanda Gempa, Terowongan Mrawan Kembali Kokoh Hingga Ratusan Tahun

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru