Monday, June 8, 2026
HomeBandaraGagal Mendarat Darurat, Jet Pribadi yang Dijadwalkan Jemput Legenda MLB Jatuh dan...

Gagal Mendarat Darurat, Jet Pribadi yang Dijadwalkan Jemput Legenda MLB Jatuh dan Terbakar di Dominika

Sebuah kecelakaan udara fatal menimpa sebuah jet pribadi berjenis Gulfstream G200 di Bandara Internasional La Romana, Republik Dominika, pada hari Minggu waktu setempat. Pesawat jet eksekutif tersebut dilaporkan jatuh dan terbakar hebat saat berupaya melakukan pendaratan darurat, yang mengakibatkan dua orang pilot berkebangsaan Amerika Serikat dinyatakan tewas di tempat.

Kedua kru kokpit yang menjadi korban dalam insiden memilukan ini diidentifikasi sebagai Erick Javier Diago yang berusia 39 tahun, dan Rudy Ghazal yang berusia 34 tahun. Otoritas penerbangan setempat bersama tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian tak lama setelah pesawat tersebut terhempas di area bandara.

Insiden maut ini bermula ketika jet pribadi tersebut lepas landas dari Republik Dominika dengan tujuan Austin, Texas, Amerika Serikat. Namun, tidak lama setelah mengangkasa, awak pesawat mendeteksi adanya masalah teknis yang serius pada sistem mekanis pesawat sehingga mereka langsung mendeklarasikan status darurat (emergency) kepada petugas pemandu lalu lintas udara (ATC).

Pilot kemudian memutuskan untuk memutar balik pesawat dan mencoba melakukan pendaratan darurat di Bandara La Romana. Sayangnya, manuver pendaratan tersebut berakhir dengan benturan keras yang memicu kobaran api besar hingga menghancurkan badan pesawat jet tersebut. Beruntung, tidak ada penumpang lain di dalam kabin saat kecelakaan terjadi karena penerbangan ini merupakan misi reposisi kosong (positioning flight).

Kecelakaan ini meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi mantan penangkap (catcher) legendaris liga bisbol dunia (MLB) yang kini telah pensiun, Yadier Molina. Jet pribadi tersebut sedianya diterbangkan ke Texas justru untuk menjemput Molina bersama kelompok studinya.

Melalui pernyataan emosional yang dibagikan di akun media sosial pribadinya, Molina mengungkapkan rasa terpukul dan patah hati yang mendalam atas tragedi yang menewaskan kedua pilot tersebut. Ia menyebutkan bahwa penerbangan itu seharusnya dijadwalkan untuk membawa dirinya beserta pihak keluarga kembali pulang ke kampung halamannya di Puerto Riko dengan aman.

Hingga saat ini, badan investigasi kecelakaan penerbangan setempat masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap penyebab pasti dari kegagalan mekanis yang berujung pada jatuhnya pesawat tersebut.

Cristiano Ronaldo Pamerkan Jet Pribadi Baru Senilai US$73 Juta

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru