Lintas selatan menuju utara maupun sebaliknya ternyata menjadi favorit masyarakat untuk melakukan perjalanan bersama kereta api. Selain itu, menggunakan kereta api ini cukup praktis karena memiliki 4 kali perjalanan dalam sehari. Salah satunya pada Kereta Api (KA) Ciremai yang menghubungkan antara Stasiun Bandung dengan Stasiun Semarang Tawang.
Antusiasme masyarakat terlihat saat gunakan KA Ciremai ini tak hanya pada keseharian pada umumnya, melainkan pada libur akhir pekan dan libur panjang. Kereta api ini menjadi favorit perjalanan baik masyarakat Bandung maupun masyarakat Semarang dan sekitarnya yang ternyata memiliki potensi pada sektor pariwisata.
Terutama pada akhir pekan yang menjadi momen paling dinantikan banyak orang untuk mengunjungi keluarga, menikmati suasana kota yang berbeda, menghadiri kegiatan pendidikan, menjalankan aktivitas usaha, atau berwisata.
Kota Semarang yang tumbuh sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan, Pekalongan dengan warisan batiknya, Tegal yang dikenal sebagai kota pesisir yang dinamis, Cirebon sebagai simpul budaya Pantura, hingga Bandung yang menjadi pusat pendidikan dan ekonomi kreatif, seluruhnya terhubung melalui layanan KA Ciremai.
Data menyebutkan, sepanjang Januari hingga Mei 2026, KA Ciremai relasi Bandung – Semarang Tawang mencatat volume penumpang sebanyak 126.580 penumpang. Jumlah tersebut meningkat 9,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 116.104 penumpang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan pariwisata di Pulau Jawa.
KA Ciremai menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas antarkota terus meningkat. Layanan ini menghubungkan berbagai pusat aktivitas masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Barat dalam satu perjalanan yang efisien dan nyaman.
Diketahui bahwa nama Ciremai diambil dari Gunung Ciremai, gunung berapi tertinggi di Jawa Barat yang berada di wilayah Kabupaten Kuningan dan Majalengka. Nama tersebut memiliki keterkaitan erat dengan Cirebon, salah satu kota penting yang disinggahi KA Ciremai dan sejak lama dikenal sebagai pusat perdagangan serta pertemuan budaya di pesisir utara Jawa.
Berdasarkan publikasi Kota Semarang Dalam Angka 2025 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kota Semarang mencapai sekitar 1,72 juta jiwa. Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Semarang berkembang sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, industri pengolahan, logistik, dan pendidikan.
Aktivitas ekonomi yang tinggi didukung oleh keberadaan Pelabuhan Tanjung Emas, kawasan industri, serta berbagai perguruan tinggi. Kota Lama Semarang, Lawang Sewu, Sam Poo Kong, dan Kampung Batik Semarang menjadi bagian dari identitas kota yang terus menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.
Lalu berdasarkan Kota Pekalongan Dalam Angka 2025, jumlah penduduk Kota Pekalongan mencapai sekitar 319 ribu jiwa. Kota ini dikenal sebagai salah satu pusat industri batik terbesar di Indonesia dan telah tergabung dalam UNESCO Creative Cities Network sejak 2014. Industri kreatif berbasis batik berkembang berdampingan dengan sektor perdagangan dan jasa yang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat.
Kemudian untuk Kota Tegal Dalam Angka 2025, jumlah penduduk Kota Tegal mencapai sekitar 292 ribu jiwa. Letaknya yang strategis di jalur Pantura menjadikan kota ini berkembang sebagai pusat perdagangan, jasa, perikanan, dan aktivitas maritim. Tradisi teh poci, kuliner khas pesisir, serta kedekatannya dengan berbagai destinasi wisata di wilayah Tegal dan sekitarnya menjadikan kota ini salah satu tujuan perjalanan yang ramai sepanjang tahun.
Kota Cirebon juga Dalam Angka 2025 menyebutkan jumlah penduduk Kota Cirebon mencapai sekitar 352 ribu jiwa. Kota ini menjadi pusat kawasan Ciayumajakuning yang meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Batik Mega Mendung, Empal Gentong, dan Nasi Jamblang merupakan bagian dari kekayaan budaya yang menjadikan Cirebon sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Barat.
Terlihat pula pada Kabupaten Purwakarta Dalam Angka 2025, jumlah penduduk Kabupaten Purwakarta mencapai sekitar 1,03 juta jiwa. Kabupaten ini berkembang sebagai kawasan industri manufaktur sekaligus tujuan wisata yang terus tumbuh. Taman Air Mancur Sri Baduga, Situ Buleud, serta berbagai destinasi alam di kawasan perbukitan menjadi daya tarik yang banyak dikunjungi masyarakat saat akhir pekan.
Terakhir, berdasarkan Kota Bandung Dalam Angka 2025, jumlah penduduk Kota Bandung mencapai sekitar 2,58 juta jiwa. Kota ini dikenal sebagai pusat pendidikan, ekonomi kreatif, teknologi, perdagangan, dan pariwisata di Jawa Barat. Kehadiran berbagai perguruan tinggi, kawasan heritage Braga, Gedung Sate, pusat kuliner, pusat fesyen, hingga destinasi wisata Bandung Raya menjadikan kota ini sebagai salah salah satu tujuan perjalanan terbesar di Indonesia.
Kehadiran KA Ciremai turut mendukung mobilitas masyarakat di kota-kota besar maupun wilayah penyangga yang berada di sepanjang lintasan. Akses transportasi yang terhubung secara rutin membantu memperlancar perjalanan pelajar, pekerja, pelaku UMKM, wisatawan, dan masyarakat yang melakukan perjalanan antardaerah untuk berbagai kebutuhan.
Tentunya KAI akan terus menjaga kualitas layanan agar perjalanan penumpang berlangsung aman, nyaman, tepat waktu, serta mampu mendukung keterhubungan antardaerah yang semakin kuat. Serta konektivitas yang terbangun melalui layanan KA Ciremai, membantu memperluas akses masyarakat terhadap peluang pendidikan, usaha, pariwisata, dan berbagai aktivitas produktif lainnya.
KAI Luncurkan KA Blambangan Ekspres Rute Semarang Tawang – Ketapang, Tarif Promo Mulai Rp150.000
