Menggunakan kereta api tentu kini lebih mudah saat mengakses pemesanan maupun pembayaran melalui aplikasi di ponsel. Ya, berbagai rute yang diinginkan, harga yang ditetapkan, dan jenis kereta api yang di tampilkan bisa digunakan sebagai pilihan untuk melakukan perjalanan. Namun, saat menentukan pilihan pemesanan kereta api, tercantum berbagai huruf yang bisa terbilang ‘misterius’ khususnya pada kelas ekonomi.
Ya, pastinya menjadi pertanyaan saat memesan tiket kereta api kelas ekonomi dengan mencantumkan kode huruf yang sebagian masyarakat yang belum mengetahui jelas dari arti tersebut. Kode huruf-huruf misterius yang terdiri dari C, CA, Q, atau S terdapat di samping tulisan kelas ekonomi. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) sengaja membagi kelas ekonomi ke dalam beberapa sub-kelas (sub-class) ini dengan variasi harga yang berbeda.
Ternyata, menurut penjelasan atau klarifikasi dari akun resmi X @KAI121, perbedaan harga ini tidak membedakan fasilitas atau layanan yang kamu terima di atas kereta, kok. Perbedaan tarif ini murni berdasarkan posisi gerbong, seberapa cepat kamu memesan tiket, atau jenis rangkaian keretanya saja.
Urutan sub-kelas kereta ekonomi dibuat berdasarkan tingkatan harga, mulai dari yang paling ekonomis hingga tarif tertinggi. Berikut adalah urutan tingkatan harga sub-kelas tersebut dari yang termurah:
• Ekonomi C: Sub-kelas dengan harga tiket paling murah di antara semuanya.
• Ekonomi CA: Harganya sedikit lebih mahal dari kelas C, namun lebih murah dibanding CB, CC, dan CD.
• Ekonomi CB: Tarif berada di tengah-tengah, lebih mahal dari CA dan C, tetapi lebih murah dari CC dan CD.
• Ekonomi CC: Harganya berada di atas kelas CB, namun masih di bawah kelas CD.
• Ekonomi CD: Sub-kelas ekonomi dengan harga tiket tertinggi atau paling mahal.
Sebagai contoh, perbandingan harga ini dapat dilihat pada rute Pasar Senen – Arjawinangun. Tiket Ekonomi C di KA Airlangga dijual Rp49.000. Sementara di KA Gaya Baru Malam Selatan, tarif Ekonomi CA sebesar Rp250.000, Ekonomi CB Rp255.000, Ekonomi CC Rp265.000, dan Ekonomi CD mencapai Rp280.000.
Secara garis besar, sub-kelas C tetap menduduki posisi sebagai tiket paling murah jika disandingkan dengan kode P, Q, dan S. Uniknya, untuk kode Q dan S, PT KAI terkadang menjualnya dengan nominal harga yang persis sama. Pada rute Cimahi – Leles via KAI Access, tiket Ekonomi C di KA Serayu dijual seharga Rp63.000. Sementara itu, tiket Ekonomi Q dan Ekonomi S di KA Pangandaran sama-sama dibanderol dengan harga Rp105.000.
Aturan harga ini tak melulu pada setiap perjalanan. Pada beberapa rangkaian kereta tertentu seperti KA Papandayan rute Bandung – Leles, kode CA dan CD justru bisa dijual seharga Rp35.000, yang berarti lebih murah daripada kode Q dan S yang dibanderol Rp50.000.
Namun, kehadiran berbagai sub-kelas ekonomi ini memberikan keuntungan bagi penumpang untuk memilih tarif yang paling sesuai dengan anggaran. Memesan tiket sedini mungkin menjadi kunci utama untuk mendapatkan sub-kelas dengan harga termurah sebelum kehabisan.
Membeli tiket dengan harga murah tentu sangat menarik karena bisa menghemat biaya perjalanan. Penghematan budget tersebut bisa digunakan untuk keperluan lain seperti akomodasi atau konsumsi selama dalam perjalanan. Harga tiket yang lebih mahal daripada biasanya akan lebih berpengaruh terhadap budget perjalanan. Jadi, lakukan penghematan dengan cara membeli tiket dengan kode kereta yang lebih murah.
Dengan makin cepat memesan jadwal keberangkatan, makin besar peluang untuk mengamankan sub-kelas dengan harga termurah sebelum kehabisan. Karena kebijakan tarif kereta ekonomi ini bisa disesuaikan kembali oleh PT KAI sewaktu-waktu, pastikan rajin memantau update informasi terbaru di media sosial resmi atau langsung mengeceknya secara berkala lewat aplikasi KAI Access.
Ingin Merasa Nyaman Saat Naik Kereta Api? Yuk, Ikuti Arahan Mudah Berikut Ini
