Satu lagi stasiun kereta api yang berada di wilayah Daerah Operasi (Daoo) 5 Purwokerto. Ya, berada di lintas selatan antara Kroya – Kutoarjo, stasiun ini masih berada di kawasan Kabupaten Kebumen. Jawa Tengah. Jika dilihat stasiun ini juga mengalami perubahan pada bagian peron maupun penambahan bangunan stasiunnya yang lebih modern. Inilah Stasiun Gombong yang dinilai masyarakat sekitar sudah semakin nyaman.
Selain Stasiun Kebumen yang memiliki okupansi penumpang cukup ramai, Stasiun Gombong memiliki hal serupa. Posisi stasiun ini pun dekat dengan area yang ramai termasuk adanya pasar tradisional Gombong. Tentunya membuat stasiun tersebut lebih mudah di akses bagi masyarakat yang naik maupun turun kereta api.
Lebih dari sekadar mengangkut penumpang, keberadaan layanan kereta api di Stasiun Gombong juga berdampak langsung pada perekonomian lokal dan ekonomi kerakyatan. Dilihat dari peningkatan mobilitas masyarakat turut mendorong aktivitas sektor informal dan UMKM di sekitar area stasiun. Warung makan, transportasi lokal, penginapan, hingga pedagang kecil turut merasakan dampaknya. Kereta api tidak hanya menghubungkan kota ke kota, tapi juga membuka akses ekonomi bagi masyarakat.
Stasiun yang memiliki ketinggian 18 meter ini, diresmikan pada tahun 1887 oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda (Staatsspoorwegen). Stasiun Gombong menjadi bagian penting dari jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa. Arsitektur kolonial khas pada bangunan stasiun masih dipertahankan hingga kini, memperlihatkan nilai historis yang tinggi.
Selain melayani angkutan penumpang yang hingga kini menjadi prioritas masyarakat naik dan turun kereta api, disisi lain Stasiun Gombong juga memiliki sejarah yang cukup terkenal. Berdasarkan kisah sejarah Gombong, Belanda pernah membangun Benteng Van der Wijck sebagai basis kekuatan militer Belanda, serta membangun stasiun yang kelak dikenal sebagai Stasiun Gombong.
Selain itu, stasiun ini juga merupakan lokasi bongkar muat angkutan pupuk sejak jaman Kolonial Belanda. Gudang pupuk yang berada di seberang stasiun pun masih terlihat jelas dan utuh. Apalagi bangunan gudang tersebut masih digunakan sebagai bongkar muat lainnya menggunakan rangkaian gerbong yang dikirim ke berbagai daerah.
Kini Stasiun Gombong terlihat lebih nyaman bagi penumpang yang naik dan turun kereta api. Selain itu berbagai fasilitas yang tersedia tentunya dapat membantu penumpang saat menunggu kereta api datang. Stasiun Gombong bukan sekadar memberikan layanan bagi penumpang kereta api, namun dapat mengingatkan pentingnya pembangunan stasiun yang dibangun sejak era Kolonial Belanda dan jejak sejarah jalur kereta api di Pulau Jawa.
Tak Cuma Bersejarah, Jalur Kereta Api Ini Menyajikan Keindahan yang Patut Dicoba
