Ada Convair 990 Garuda Indonesia (Juga) dalam Komik Tintin

0
Convair CV-990 Garuda Indonesia. Sumber: wikipedia

Komik Tintin karya Herge sedikit banyaknya menjadi buah bibir di Indonesia. Selain karena alur ceritanya yang cukup menggemaskan dan up to date mengikuti isu internasional, komik yang pertama kali diluncurkan pada 10 Januari 1929 atau 91 tahun yang lalu itu menjadi sorotan karena mengambil adegan (scene) di Indonesia, tepatnya di Bandara Internasional Kemayoran, Jakarta.

Baca juga: Di 1965, Garuda Indonesia dengan Convair CV-990 Lakoni Penerbangan Jakarta – Amsterdam

“There! Look! Kemajoran! … Tell me, is this or is this not Djakarta?” Merupakan salah satu dialog yang diucapkan oleh Professor Calculus kepada Captain Haddock di salah satu komik Tintin. Dalam cerita Penerbangan (flight) 714 ke Sydney, Tintin, Professor Calculus, Captain Haddock, dan anjingnya yang menggemaskan, Snowy transit di Kemajoran (Djakarta) International Airport sebelum akhirnya bertolak kembali menuju Sydney, Australia.

Walaupun ini merupakan cerita fiksi, namun setting latar yang digunakan dalam cerita ini benar-benar ada, atau bisa dibilang “pernah” ada.

Dialog dan gambar komik Tintin saat di Bandara Internasional Kemayoran. Foto: Kompasiana

Akan tetapi, tak banyak yang menyinggung, bahwa di balik segmen komik Tintin di Bandara Internasional Kemayoran, terutama saat Boeing 707 Qantas rute London-Sydney transit, tampak di kejauhan sebuah pesawat Convair 990A Coronado dengan livery yang nyaris sama dengan Qantas (warna dasar putih dengan kombinasi list merah melintang di deretan jendela) tengah terparkir di bandara. Usut punya usut, pesawat empat mesin itu ialah milik Garuda Indonesian Airways, lengkap dengan logo jadulnya.

Disarikan dari berbagai sumber, pesawat dengan nomor registrasi PK-GJC tersebut memiliki panjang sekira 42,59 meter, dengan bentang sayap mencapai 36,58 meter. Adapun kapasitas maksimal dari Convair CV-990A Coronado adalah 92-121 penumpang dengan empat awak kabin, jauh lebih sedikit ketimbang pesaingnya Boeing 707 (110-189 penumpang) dan DC-8 (105-173 penumpang).

Komik Tintin menampilkan pesawat Garuda Indonesia. Foto: Twitter

Convair CV-990A Coronado menggunakan empat buah mesin General Electric CJ805-23B turbofans, yang membuat pesawat ini mampu menembus kecepatan maksimum hingga angka 621 mph atau yang setara dengan 1.000 km per jam – kecepatan jelajah 896 km per jam, sedikit lebih cepat dibanding Boeing 707 dan DC-8.

Baca juga: Convair 340, Pesawat Garuda Indonesia yang Terbangkan Jemaah Haji di Tahun 1956

Jika dibandingkan apple-to-apple, Convair CV-990A bisa dibilang setara dengan Boeing 707 dan Douglas DC-8. Tetapi, kabin Convair CV-990A Coronado dinilai lebih mewah dibanding dua pesaingnya itu. Nah, seperti yang sudah disebutkan di atas, Garuda Indonesia juga pernah menggunakan jasa dari pesawat yang hanya diproduksi sebanyak 37 unit oleh pabrikan General Dynamic asal Amerika Serikat ini.

Sekitar tahun 1965, Convair CV-990A “Majapahit” yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia melakukan penerbangan jarak jauh perdananya dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda. Dengan teknologi yang masih serba terbatas kala itu, maka sedikit tidak mungkin rasanya jika pesawat sekelas Convair CV-990 Majapahit milik Garuda Indonesia melakukan penerbangan langsung menuju Belanda.

Leave a Reply