Ada ‘Kereta Hantu’ di Inggris, Bukannya Seram Tapi Justru Dianggap Boros Biaya Operasional

0
Ilustrasi Kereta Inggris. Sumber: VOAIndonesia

Kereta hantu yang satu ini bukanlah yang berjalan dan tiba-tiba menghilang. Tetapi merupakan sebuah kereta diesel besar yang melaju dari tikungan yang megah di Stasiun York dan melintasi tepian kanan Sungai Ouse, Inggris.

Baca juga: Silverpilen, Legenda Kereta Hantu Milik Warga Stockholm

Disebut kereta hantu karena setiap pukul 20.32 waktu setempat pada hari kerja, layanan CrossCountry bergerak ke utara dan berhenti di Darlington, Durham, Newcastle dan desa Alnmouth di Northumberland sembari melaju dalam perjalanan ke Edinburgh Waverlay. Seorang penumpang yang tak disebutkan namanya mengatakan, ketika dirinya menjadi salah seorang yang naik di dalam kereta, dia melihat sudut pandang konektivitas jaringan kota di sepanjang jalur utama pantai timur dengan kereta tengah malam.

Namun ketika dirinya menunggu keretanya berangkat untuk meninggalkan York, sebuah kereta LNER berhenti di sampingnya tanpa banyak penumpang dan bisa diktakan hampir kosong. KabarPenumpang.com melansir independent.co.uk (3/10/2020), tiga menit setelah layanan kereta tersebut menuju ke utara, kereta ekspres listrik itu juga berangkat mengikuti seperti bayangan.

Apalagi kereta itu mengular di rute dengan perhentian sama hingga tiba di Edinburgh dan peronnya berdekatan. Rasanya ini seperti menghabur-hamburkan uang publik dan membakar bahan bakar fosil karena mengirimkan kereta hatu seberat seratus ton lebih dengan perjalanan lebih dari 200 mil.

Bisa dikatakan perjalanan ini sangat boros dan seharusnya tidak perlu dilakukan. Penumpang itu mengaku awalnya kereta diesel CrossCountry yang berada di Edinburh ikut karena untuk layanan ke selatan esok paginya. Apalagi banyak kereta kosong diposisi yang tepat dan membawa penumpang.

Namun sekilas jadwal awal dari ibu kota Skotlandia menunjukkan pengaturan kereta hantu lain pada pukul 06.56 pagi, keberangkatan LNER ke York, diikuti lima menit kemudian oleh CrossCountry. Hal ini kemudian dipikirkan ini seperti persaingan, di mana pemerintah Inggris Raya memiliki dan menjalankan LNER, sedangkan CrossCountry adalah anak perusahaan kereta api negara Jerman, Deustche Bahn.

Di masa lalu, argumen itu ada manfaatnya yakni bersaing memperebutkan kebiasaan tentang kenyamanan, layanan dan harga. Tetapi privatisasi kereta api telah ditinggalkan sejak pandemi virus corona dimulai. Kereta api Inggris, baik yang dijalankan secara publik atau pribadi, semuanya ditentukan oleh Departemen Transportasi (DfT) dan sangat disubsidi oleh pembayar pajak.

Perjalanan kereta api hanya menyumbang dua persen dari perjalanan yang dilakukan di Inggris, tetapi menghabiskan 56 persen pengeluaran pemerintah untuk transportasi. Pelancong dan pembayar pajak perlu mengetahui mengapa DfT menggunakan uang publik untuk menjalankan kereta hantu ini dan ketika ditanyakan terkait masalah ini operator mengatakan ini urusan mereka.

Baca juga: Ngeri! Kereta Hantu Terekam CCTV ‘Melintas’ di Stasiun Baotou

Minggu ini departemen yang sama menolak untuk memperpanjang masa berlaku kartu kereta, meskipun membuat kartu diskon ini impoten selama empat bulan dengan mendesak orang untuk tidak bepergian dengan kereta api.

“Dengan pendapatan tarif yang turun menjadi kurang dari lima persen dari tingkat sebelum Covid, kami harus memastikan bahwa kami adil kepada pembayar pajak,” kata juru bicara DfT.

Leave a Reply