Ada Tujuh Tiket di Jaringan Perkeretaapian Jepang, Jangan Salah Pilih Ya!

Kereta Cepat Shinkansen, Jepang. Sumber: wikipedia

Terkenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit nan kaya akan unsur kebudayaannya, tak ayal membuat Jepang menjadi salah satu negara yang masuk ke dalam daftar plesir orang banyak. Selain aspek kebudayaannya yang sangat kental, Jepang juga terkenal akan jaringan transportasi – khususnya kereta yang sangat masif. Seolah sudah menjelma menjadi tulang punggung transportasi di Jepang, ular besi yang ada di Negeri Sakura ini tidak pernah sepi dari penumpang.

Baca Juga: Beragam Alasan Mengapa Orang Jepang Fanatik Pada Sosok Kereta

Nah, rasanya sayang sekali jika Anda melewatkan kesempatan untuk menjajal jaringan perkeretaapian di Jepang yang sudah sangat mendunia ini. Tapi tunggu dulu, peribahasa “di mana dipijak, di situ langit dijunjung” akan berlaku ketika Anda membeli tiket. Berbeda dengan di Indonesia, berikut KabarPenumpang.com himpun 7 jenis tiket yang dijual oleh operator layanan kereta api di Jepang, dikutip dari berbagai laman sumber.

Tiket Reguler

Ini merupakan jenis tiket yang biasa Anda temui di Indonesia – yang membedakan hanyalah sistem perhitungan besaran tarifnya saja. Untuk kereta jarak dekat, Anda cukup merogoh kocek sebesar 20 yen atau yang setara dengan Rp2.600 per kilometernya. Sedangkan untuk kereta jarak jauh, per kilometernya Anda akan dikenai biaya sebesar 10 yen atau yang setara dengan Rp1.300. Lokasi pembeliannya pun sama seperti di Indonesia, yaitu di loket atau mesin tiket yang tersedia di setiap stasiun.

IC Card

Ini mirip dengan kartu e-money yang biasa Anda temui di Indonesia – dimana para penumpang akan melakukan pembayaran dengan sistem prabayar. Semisal saldonya habis, Anda bisa melakukan pengisian ulang di gerai-gerai tertentu. Tidak hanya dapat digunakan untukmembeli tiket kereta api, IC Card juga dapat digunakan untuk berbelanja di minimarket atau restoran tertentu. Untuk mendapatkannya, Anda bisa membelinya di loket atau mesin tiket yang ada di setiap stasiun.

Seishun 18 Kippu

Tiket yang satu ini tidak ada di Indonesia, karena dengan menggunakan Seishun 18 Kippu, Anda bisa menikmati perjalanan selama lima hari tanpa batas untuk berkeliling Jepang dengan menggunakan kereta lokal atau kereta cepat. Per harinya, Anda akan dikenai biaya 2.370yen atau yang setara dengan Rp313.000. Semisal Anda tidak mau ribet, cukup ambil tiket per lima hari lansgun yang dibanderol 11.850yen (Rp1,57 juta). Tapi, Seishun 18 Kippu hanya dijual tiga kali dalam setahun selama musim liburan sekolah.

Japan Rail Pass

Bisa dibilang, ini merupakan induk dari tiket kereta yang bisa digunakan untuk semua jenis kereta JR dari Kagoshima di selatan Jepang hingga ujung utara Hokkaido. Moda yang dapat diakses pun tidak hanya sebatas kereta api saja, melainkan bus hingga kapal ferry yang tergabung dalam perusahaan Japan Rail. Japan Rail Pass hanya bisa digunakan turis asing yang berlibur ke Jepang.

JR Tokyo Wide Pass


JR Tokyo Wide Pass bisa digunakan tanpa batas oleh para pemegang paspor non-Jepang untuk kereta JR (termasuk shinkansen dan limited express train) dan kereta non-JR di wilayah Kanto selama tiga hari berturut-turut. Tiket jenis ini bisa dibeli di Bandara Narita, Bandara Haneda dan beberapa stasiun di antaranya stasiun Tokyo, Shinagawa, Shinjuku, Shibuya, Yokohama, Ueno, Mito dan Ikebukuro.

Baca Juga: Istilah ‘Chikan’ Masuk Kamus Internasional Berkat Tingginya Angka Pelecehan Seksual di Kereta Jepang

Special Pass
Tiket terusan ini ditujukan bagi siapa saja yang sering mengular dengan kereta di jalur yang sama – jadi mereka tidak harus mengantri di loket setiap hari untuk beli tiket. Dengan begitu, antrean di loket juga bisa diminimalisir, bukan?

Subway Pass


Sesuai dengan namanya, ini ditujukan bagi para penumpang jaringan kereta bawah tanah Jepang yang terdiri dari Tokyo Metro dan Toei Subway. Tidak seperti tiket kereta lainnya, Subway Pass hanya bisa dibeli di stasiun bawah tanah saja.