Agar Penerbangan Nyaman, Inilah Tips Bawa Koper ke Dalam Bagasi Kabin

Ilustrasi Bagasi Kabin. Sumber: istimewa

Pemberlakuan regulasi bagasi berbayar yang diterapkan oleh sejumlah maskapai dalam negeri membuat para pelancong harus lebih cermat dalam membawa barang. Alih-alih membawa koper padahal barang yang dibawanya sedikit, ada baiknya Anda menggunakan koper berukuran kecil agar bisa masuk ke dalam bagasi kabin. Nah, guna menyiasati hal ini, Senior Manager Skyteam Hub Services Bandara Soekarno – Hatta PT Garuda Indonesia, Engeline Yolanda Kardinal memberikan tips untuk membawa koper ke dalam kabin.

Baca Juga: Berakibat Buruk Saat Penerbangan,14 Poin Ini Kerap Dianggap Sepele

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman tempo.co, berikut adalah tips membawa koper ke dalam kabin menurut Engeline Yolanda. Menurutnya, etika membawa koper atau hand carry berikut ini sebaiknya dilakukan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Boarding Time Management
Tidak semua maskapai akan membuka pintu belakang yang dikhususkan untuk penumpang dengan seat number besar. Maka dari itu, usahakan diri Anda (yang mendapatkan seat number besar) untuk mengantri paling depan jika gate sudah dibuka. Ini ditujukan agar alur boarding penumpang tidak terhambat hanya karena Anda berupaya untuk memasukkan koper ke dalam bagasi kabin.

Hand Carry Tetap Berada di Dalam Pengawasan
Terkadang, hand carry yang Anda simpan di bagasi kabin tidaklah berada tepat di atas kepala Anda. Jika hal ini terjadi (hand carry berada jauh dari bangku Anda), pastikan pengawasan Anda terfokus selama penerbangan. Hal ini ditujukan untuk meminimalisir kemungkinan barang Anda tertukar atau sengaja ditukar oleh oknum penumpang yang tidak bertanggung jawab.

Namun, Engeline Yolanda tetap menganjurkan agar hand carry yang Anda bawa ditempatkan tepat di atas bangku Anda.

Ukuran Koper
Nah, poin yang satu ini sedikit memerlukan kejelian Anda dalam mengukur koper. Ukuran koper yang diperbolehkan masuk ke dalam bagasi kabin adalah 18 inchi, 19 inchi, dan 20 inchi dengan berat maksimal 7 kilogram.

Baca Juga: Bocah Dimasukkan dalam Bagasi Kabin, Foto Pria ini Menjadi Viral

Tandai Koper Anda
Bagi sebagian orang, koper dengan wujud apa adanya (tanpa stiker atau hiasan tambahan lain) merupakan yang terbaik. Namun dengan tidak adanya tanda otentik dari koper Anda inilah yang menyebabkan potensi koper Anda tertukar dengan penumpang lain semakin besar. Maka dari itu, ada baiknya Anda memberikan satu penanda otentik agar koper Anda tidak tertukar dengan penumpang lain.

Dengarkan Instruksi Awak Kabin
Poin terakhir ini yang kerap diindahkan oleh para penumpang, dimana ketika pesawat tengah taxi menuju terminal, penumpang sudah buru-buru bangkit dari tempat duduknya dan bersiap untuk turun. Ada baiknya Anda menunggu pesawat berhenti dengan sempurna dan baru berkemas untuk turun. Pun etika yang sama kiranya Anda praktekkan ketika tengah membuka head rack, karena dikhawatirkan barang yang ada di atas jatuh dan menimpa penumpang yang masih duduk. Kasihan, bukan?