Agar Tidak Terjatuh Saat Turun dari Bus, Ini Dia Tipsnya!

Sumber: tong.visitkorea.or.kr

Keselamatan dalam berkendara merupakan hal penting yang patut digaris bawahi oleh semua pengguna jasa layanan transportasi. Bukan hanya oleh para penggunanya, pengemudi pun mesti menyadari betul mengenai hal tersebut. Seperti kejadian memilukan yang dialami oleh seorang wanita muda asal Korea, dimana Ia terseret oleh bus yang dtumpanginya sesaat setelah turun dari bus tersebut. Berdasarkan data yang dilansir dari laman korea.stripes.com pada Senin, (24/4/2017) kemarin, wanita tersebut terseret sejauh 10 meter setelah baju yang ia kenakan tersangkut di pintu bus.

Awalnya, wanita berusia 22 tahun tersebut turun di daerah Saha-Gu 18th sebelum akhirnya baju yang dikenakan korban tersangkut di pintu bus. Pada awalnya, ia dapat mengimbangi laju bus yang masih berjalan perlahan, namun lama kelamaan, tubuhnya malah terseret seiring bus yang mulai memacu kecepatannya. Sang pengemudi bus sudah diperingatkan untuk berhenti oleh penumpang lain yang menyadari kejadian tersebut, namun ia yang tidak mengetahui kejadian tersebut lalu tidak mengindahkan seruan dari penumpangnya itu.

Setelah mengetahui bahwa ada sesuatu yang janggal, si pengemudi lalu menghentikan busnya di dekat kantor polisi setempat, petugas kepolisian mencoba untuk memberhentikannya. Namun sayang, gadis belia tersebut sudah terseret sejauh 10 meter. Untungnya, gadis yang namanya tidak dicantumkan tersebut berhasil untuk melepaskan pakaian yang tersangkut di pintu  bus, dan mendapatkan beberapa luka yang tidak terlalu parah. Jika wanita tersebut tidak dapat melepaskannya, kemungkinan ia akan mengalami luka yang lebih serius. Akibat kejadian ini, pengemudi bus tersebut mendapatkan beberapa hukuman ringan karena kelalaiannya.

Berkaca dari kejadian tersebut, ada beberapa tips aman untuk naik atau turun dari kendaraan umum seperti bus yang akan KabarPenumpang.com coba rangkum untuk Anda.

Tunggu Kendaraan Berhenti dengan Sempurna

Sumber: gazette.com
Sumber: gazette.com

Kebanyakan penumpang tidak sabaran untuk segera turun atau naik kendaraan walaupun moda tersebut masih melaju dengan pelan, namun ini adalah cara yang salah dan dapat berakibat pada keselamatan Anda di perjalanan. Tunggulah moda tersebut berhenti dengan sempurna, maka keseimbangan Anda akan lebih terjaga dan terhindar dari kemungkinan jatuh saat naik atau turun dari moda tersebut.

Dahulukan Orang yang Turun

Sumber: guim.co.uk
Sumber: guim.co.uk

Di beberapa sarana transportasi umum Ibu Kota seperti KRL dan Bus TransJakarta terpampang himbauan yang kerap kali diabaikan oleh para penumpangnya, yaitu “Dahulukan Penumpang yang Hendak Turun”. Pada kenyataannya, para penumpang yang hendak naik justru tidak memberikan kesempatan pada penumpang lain yang hendak turun, sehingga risiko kecelakaan semakin bertambah. Adapun tujuan dari dibuatnya larangan tersebut adalah agar memberikan ruang gerak untuk penumpang yang hendak naik ke dalam moda yang bersangkutan, sehingga mereka bisa lebih leluasa untuk masuk ke dalam.

Gunakan Kaki Prioritas dan Berhati-hati Saat Melangkah

Sumber: merdeka.com
Sumber: merdeka.com

Menurut ilmu fisika, setiap benda bermasa memiliki kelembaman, dengan kata lain, benda yang sedang diam akan sulit untuk bergerak dan sebaliknya benda yang sedang bergerak pun akan sulit untuk berhenti. Berdasarkan teori di atas, jika Anda berada di dalam sebuah bus yang sedang bergerak kemudian turun ke aspal yang diam, maka tubuh Anda akan cenderung tetap bergerak sehingga memungkinkan Anda terjatuh. Fenomena tersebut muncul di negara yang lajur kendaraannya berada di sisi kiri, atau kendaraan dengan kursi pengemudi disebelah kanan, salah satunya adalah Indonesia.

Sehingga jika Anda turun dengan mendahulukan kaki kiri, yang Anda lakukan adalah mempertahankan posisi tubuh kita agar ketika turun ke aspal, Anda cenderung bergerak ke depan dan tubuh menjadi lebih seimbang dengan bergerak ke depan. Tapi sebaliknya, jika kaki kanan yang terlebih dahulu turun, maka tubuh Anda akan sedikit berputar ke kiri, akibatnya, Anda akan cenderung bergerak ke samping dan menjadi tidak stabil. Dari 2 contoh kejadian di atas, akan lebih mudah untuk mempertahankan keseimbangan dengan bergerak ke depan.