Airbus Mulai Kerjakan Tangki Bahan Bakar Hidrogen Pesawat, Boeing Panas-Dingin

0
Airbus rilis tiga konsep pesawat hidrogen. Ditargetkan 2035 sudah mulai beroperasi penuh secara global. Foto: Airbus

Airbus serius menggarap pesawat ramah lingkungan bertenaga hidrogen. Karenanya, produsen pesawat asal Eropa itu mulai membangun Pusat Pengembangan Tanpa Emisi (ZDEC) di Bremen, Jerman dan Nantes, Perancis. Itu nantinya akan menjadi pusat pengerjaan pembuatan tangki kriogenik bahan bakar hidrogen ZEROe Airbus.

Baca juga: Boeing Tak Yakin Konsep Pesawat Bertenaga Hidrogen, Sindir Airbus?

Dalam lama resminya, Airbus mengatakan bahwa pembangunan ZDEC memerlukan waktu dan tak secepat kilat, mengingat butuh detail-detail berteknologi tinggi. Diperkirakan, itu baru bisa beroperasi penuh pada 2023 mendatang. Setelah beroperasi penuh, tangki bahan bakar hidrogen cair diproyeksi rampung dan melakukan uji terbang perdana pada 2025.

Menurut Airbus, fasilitas Bremen-nya itu telah memiliki pengalaman luas terhadap sistem hidrogen cair. Pihaknya sudah melalui banyak proyek serupa guna mendukung bisnis Defence and Space business and the Ariane space division. Fasilitas ini akan fokus pada instalasi sistem dan pengujian kriogenik (mempelajari temperatur sangat rendah) tangki.

Adapun fasilitas di Nantes, lanjut Airbus, memfokuskan diri dalam struktur logam yang digunakan di sekitar center wing box pesawat. Mereka akan bertanggung jawab untuk mengembangkan teknologi logam dan komposit untuk diintegrasikan ke dalam tangki hidrogen. Fasilitas ini akan didukung oleh para ahli engineering Nantes Technocentre.

Tangki bahan bakar disebut akan menjadi kompenen penting dalam pengembangan pesawat ramah lingkungan ZEROe Airbus pada 2035 mendatang. Sebab, hidrogen cair wajib dijaga pada suhu minus 214 derajat celcius, sangat rendah. Tak hanya itu, tangki juga wajib mampu menahan panas berulang ekstrem dari pembakaran bahan bakar.

Di awal, Airbus berencana membuat tangki bahan bakar hidrogen menggunakan logam. Tetapi itu berubah menjadi menggunakan komposit polimer yang diperkuat serat karbon. Tak disebutkan dengan jelas perbedaan antar keduanya.

Inovasi dari Airbus ini tentu membuat Boeing panas-dingin. Betapa tidak, di tengah ramainya pengembangan pesawat bertenaga hidrogen dan perbicangan terkait hidrogen sebagai bahan bakar bekerlanjutan di masa depan, Boeing justru bersikap pesimis.

CEO Boeing, David David Calhoun, awal Januari lalu, mengungkapkan bahwa para pelaku bisnis dirgantara merasa bahwa industri masih jauh dari kata siap untuk mengembangkan teknologi ini.

“Saya memiliki cukup banyak pengalaman dengan hidrogen, perusahaan kami memiliki pengalaman yang luar biasa dengan hidrogen. Setidaknya dalam ukuran badan pesawat yang kita semua bicarakan. Kami bereksperimen pada harga rendah, tapi itu tidak akan menjadi pasar yang berarti di sini,” katanya kepada Simple Flying.

Baca juga: Airbus Luncurkan ‘The Pod’ Pesawat Sel Bahan Bakar Hidrogen 6 Baling-baling

Sebelumnya, pada September 2020 lalu, Airbus merilis tiga konsep pesawat hidrogen. Hal tersebut merupakan bagian dari komitmen produsen pesawat asal Eropa itu untuk memproduksi pesawat komersial ramah lingkungan (bebas emisi) bertenaga hidrogen pertama di dunia pada 2035 mendatang.

Dalam laman Twitter resmi perusahaan, ketiga konsep – semua diberi kode nama ZEROe – tersebut antara lain, pertama, desain turboprop, turbofan, dan blended-wing body.

LEAVE A REPLY