Thursday, May 30, 2024
HomeAnalisa AngkutanAirbus-Renault Kembangkan Baterai Masa Depan untuk Mobil dan Pesawat Listrik Hybrid

Airbus-Renault Kembangkan Baterai Masa Depan untuk Mobil dan Pesawat Listrik Hybrid

Raksasa manufaktur pesawat dan raksasa otomotif asal Perancis, Airbus dan Renault, sepakat bekerja sama dalam pengembangan baterai masa depan. Baterai itu nantinya akan digunakan di mobil listrik Renault dan pesawat listrik hybrid Airbus pada tahun 2030 mendatang. Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya kedua perusahaan mencapai target bebas emisi pada 2050 mendatang.

Baca juga: Honeywell Kembangkan Mesin Pesawat Listrik-Hybrid

Sebagai bagian dari perjanjian kerja sama, Airbus dan Renault nantinya akan menggabungkan tim teknik mereka dan saling berbagi pengetahuan terkait teknologi elektrifikasi berbasis baterai.

Keduanya juga akan melakukan penelitian dan pengembangan bersama untuk mempercepat roadmap elektrifikasi dan meningkatkan jangkauan produk hasil pengembangan di tahun-tahun mendatang.

Kemitraan Airbus dan Renault berupaya menciptakan teknologi penyimpanan baterai yang lebih baik dari yang sudah ada sekarang. Saat ini, penyimpanan baterai masih membutuhkan dimensi besar agar kapasitas juga besar.

Diharapkan, hasil kerja sama bisa menghasilkan baterai yang lebih padat dan dimensi yang lebih kecil. Dengan begitu, jangkauan mobil listrik dan pesawat bisa lebih jauh di saat yang bersamaan dimensi baterai sama atau lebih kecil sehingga bobot mobil dan pesawat menjadi lebih ringan.

Salah satu hal yang ingin diuji untuk mencapai tujuan menambah kepadatan baterai dan mengurangi bobot adalah beralih dari kimia sel saat ini (lithium-ion lanjutan) ke semua desain solid-state.

“Untuk pertama kalinya, dua pemimpin Eropa dari berbagai industri berbagi pengetahuan teknik untuk membentuk masa depan pesawat listrik hibrida. Penerbangan adalah bidang yang sangat menuntut dalam hal keselamatan dan konsumsi energi, begitu pula industri mobil,” kata Gilles Le Borgne, EVP Teknik Renault Group.

“Di Renault Group, pengalaman 10 tahun kami dalam rantai nilai kendaraan listrik memberi kami umpan balik terkuat dari lapangan dan keahlian dalam kinerja sistem manajemen baterai,” tambahnya, seperti dikutip dari laman resmi Airbus.

Baca juga: Air Canada dan SAS Airlines Borong Pesawat Listrik Berkapasitas 30 Penumpang, 2028 Beroperasi

Sementara itu, Chief Technical Officer Airbus, Sabine Klauke, mengatakan, “Kemitraan lintas industri dengan Grup Renault ini akan membantu kami mematangkan baterai generasi berikutnya sebagai bagian dari peta jalan elektrifikasi Airbus.”

“Menyatukan pengalaman Renault Group dalam kendaraan listrik dengan rekam jejak kami sendiri dalam demonstrasi penerbangan listrik akan memungkinkan kami mempercepat pengembangan dari teknologi disruptif yang diperlukan untuk arsitektur pesawat hybrid masa depan di tahun 2030-an dan seterusnya. Ini juga akan mendorong munculnya standar teknis dan peraturan umum untuk mendukung solusi mobilitas bersih yang diperlukan untuk mencapai target iklim kita,” tutupnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru