Airbus Umumkan Produksi A380Ultra, Pesawat Mewah Tiga Lantai

0
Airbus A380 saat masih dalam proses perakitan. Foto: Airbus

Kamis, 14 Februari 2019, Airbus mengumumkan bahwa mereka akan berhenti memproduksi salah satu pesawat komersial paling ikonik di abad ke-21, Airbus A380. Pengumuman tersebut tentu saja telah mengnyakitkan banyak orang, khususnya para pecinta aviasi, travelers, dan pebisnis lintas negara yang sangat mencintai pesawat superjumbo itu. Pengumuman tersebut juga bertolak belakangan dengan momen valentine’s day yang umumnya hati banyak orang di dunia tengah berbunga-bunga lewat hadiah dari orang terkasih dan Airbus merusak momen itu semua dengan sebuah pengumuman menyedihkan.

Baca juga: Akibat Virus Corona, Harga Airbus A380 Bekas Turun Drastis

Airbus sendiri sebetulnya tak kuasa mengumumkan penghentian produksi salah satu mahakaryanya. Namun, berhubung permintaan dari berbagai maskapai langganan terus berkurang, ditambah royal customer Airbus, Emirates Airlines yang memiliki ratusan armada A380, tiba-tiba membatalkan pesanan A380 dan menggantinya menjadi 30 Airbus A350-900 serta 40 Airbus A330-900neo, tentu saja Airbus tak punya pilihan lain. Kala itu, Emirates Airlines beralasan bahwa double-decker (A380) tak lagi relevan dengan kondisi penerbangan global di masa mendatang.

Namun, pada 1 April 2020, entah apa yang merasuki para petinggi Airbus, pabrikan yang berbasis di Toulouse itu mengumumkan akan memproduksi sebuah pesawat baru, yakni Airbus A380ultra. Tentu pengumuman tersebut disambut positif oleh para pecinta aviasi, travelers, dan pebisnis lintas negara untuk menjajal pesawat out of the box tersebut. Betapa tidak, saat maskapai global seragam mengatakan pesawat besar dengan empat mesin tak lagi relevan, Airbus justru malah membuat pesawat yang lebih besar. Bukankah itu out of the box? Atau mungkin lebih tepatnya think without box?

Sesuai namanya, Airbus A380Ultra nantinya akan semakin mengukuhkan posisi pendahulunya sebagai raksasa atau raja sejati di langit dengan menawarkan triple-deck atau tiga lantai. Luar biasa, bukan? Bila Boeing punya armada 747-400 sebagai Queen of the Skies, mungkin A380Ultra bisa dikatakan King of the Skies. Ada queen (ratu) , tentu tak lengkap jika tidak ada king (raja).

Seperti dikutip dari aerotime.aero, dengan penambahan menjadi tiga lantai, tentu saja akan ada penambahan kapasitas. Bila sebelumnya hanya mampu mengangkut maksimal 850 penumpang dalam konfigurasi satu kelas, maka Airbus A380Ultra diklaim mampu menampung hingga 1060 penumpang. Kemudian, bila sebelumnya hanya mampu mengangkut maksimal 555 penumpang dalam tiga kelas, maka Airbus A380Ultra mampu mengangkut 880 dalam sekali angkut.

Khusus untuk konfigurasi tiga kelas, di sini letak perbedaan juga akan semakin terlihat. Bila sebelumnya business class dan first class masih berada di deck yang sama, yakni di lantai dua, namun tidak untuk Airbus A380Ultra. Penumpang first class nantinya akan ditempatkan khusus, dengan pemandangan eksotis di lantai tiga. Sementara penumpang kelas bisnis dan kelas ekonomi masing-masing akan menempati lantai dua dan satu.

Tak cukup sampai di situ, Airbus A380 juga punya senjata lain untuk memajakan penumpang, khususnya first class. Pesawat tersebut juga diklaim memiliki konfigurasi yang sangat fleksibel, termasuk pilihan bahwa lantai ketiga dapat dikonversi menjadi berbagai fasilitas seperti bioskop, pusat spa, pusat perbelanjaan, restoran, gym, food court, kantor, arena bola basket, dan banyak lainnya. Bagi perancang pesawat manapun, tentu fasilitas mewah tersebut bukanlah isapan jempol belaka. Semuanya sangat mungkin dilakukan, bergantung pada masing-masing maskapai yang nantinya mengoperasikan pesawat tersebut.

Baca juga: Virus Corona Bikin Qantas ‘Pensiunkan Dini’ Pesawat Terbesar di Dunia Airbus A380

Meskipun tampil lebih besar, namun, sejumlah CEO maskapai global dikabarkan telah membicarakan opsi membeli Airbus A380Ultra kepada manajemen. Di samping itu, sekalipun sama-sama akan menggunakan empat mesin, namun, dengan kapasitas angkut yang jauh lebih banyak, cost Arbus A380ultra dalam sekali jalan pastinya juga lebih besar. Bila pendahulunya saja harus merogoh kocek Rp464 juta per jam, A380Ultra diperkirakan harus menambah sepertiga dari angka tersebut. Namun, nyatanya, hal itu tak membuat maskapai besar gentar untuk memilikinya.

Airbus A380ultra nantinya akan ditenagai oleh empat mesin General Electric GE9X, yang secara khusus sebetulnya dikembangkan untuk Boeing 777X. Sejauh ini, baru royal customer pesawat superjumbo Airbus, Emirates Airlines, yang sudah memberi sinyal akan memesan sekitar 100 unit. Namun, baik Emirates, pecinta aviasi, travelers, pebisnis lintas negara, serta kalangan lainnya yang tak sabar menjajal sensai terbang bersama A380ultra, setidaknya harus menunggu hingga tahun 2023 mendatang.

Leave a Reply