Akibat Temuan BPK Paksa Garuda Indonesia Group Hentikan Layanan WiFi Gratis

0
Sumber: airworksph.com

Jika sebelumnya sudah gencar pemberitaan tentang hadirnya fitur WiFi gratis di dalam penerbangan maskapai plat merah Garuda Indonesia dan anak perusahaannya, Citilink Indonesia, kini agaknya para penumpang terpaksa harus gigit jari karena dua maskapai yang bernaung di bawah payung Garuda Indonesia Group ini kabarnya menghentikan kerja sama dengan PT. Mahata Aero Teknologi selaku pihak penyedia layanan tersebut.

Baca Juga: Garuda Indonesia Group Hadirkan WiFi Gratis Dalam Penerbangan Domestik

Namun jika menilik kembali ke belakang, Citilink Indonesia telah terlebih dahulu ‘menyajikan’ layanan WiFi gratis di dalam penerbangannya. Pukul mundur ke tanggal 28 Desember 2018 kemarin, dimana pihak Citilink mengumumkan aktivasi dari inflight connectivity yaitu layanan WiFi gratis. Kehadiran WiFi gratis ini ditujukan untuk menambah kenyamanan penumpang dan tetap bisa eksis serta tidak ketinggalan momen di ketinggian 35 ribu kaki (sekitar 10.000 meter) di atas permukaan laut.

“Menjadi maskapai digital pertama di Indonesia merupakan salah satu misi penting bagi Citilink Indonesia untuk memberikan layanan LCC terbaik kelas dunia. Hal ini semata untuk memenuhi kebutuhan konsumen kami yang saat ini didominasi oleh kelompok Milennials Digital di Indonesia,” kata Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo kala itu.

Namun dari sekian banyak armada yang bernaung di bawah Garuda Indonesia Group, hanya segerintil pesawat Citilink saja yang berhasil dipasang layanan WiFi gratis ini. Belum rampung rencana pengaplikasian layanan tersebut, kini pihak Garuda Indonesia mengumumkan bakal mengurungkan niat yang dapat meraup pangsa pasar itu.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman kompas.com, Garuda Indonesia & Citilink diwajibkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk membatalkan kerja sama dengan PT. Mahata Aero Teknologi lantaran laporan keuangan Garuda Indonesia tahun 2018 yang dianggap janggal. Garuda Indonesia melaporkan keuntungan di laporan keuangannya setelah sempat menelan kerugian.

Jika ditelisik lebih mendetail, ternyata keuntungan yang dicatat tersebut didapat dari kontrak kerja sama penyediaan layanan konektivitas WiFi dalam penerbangan dan hiburan pesawat dari PT. Mahata Aero Teknologi. Masalahnya, keuntungan tersebut masih berbentuk piutang sehingga Garuda Indonesia diwajibkan untuk membuat ulang laporan keuangannya.

Baca Juga: Naik Citilink, Kini Bisa Nikmati WiFi Gratis di Ketinggian 35 Ribu Kaki

Tidak berhenti sampai di situ, BPK juga mempertanyakan bagaimana caranya PT. Mahaka Aero Teknologi yang memiliki dana Rp15 miliar bisa menutupi hutang Garuda Indonesia yang mencapai angka Rp3,95 triliun – hal ini semakin diperkeruh dengan detail lengkap tentang timeline pembayaran yang tidak tersedia pada kontrak kerja sama antara Garuda Indonesia dan PT. Mahaka Aero Teknologi.

BPK tidak ingin jika tagihan tersebut hanya digunakan sebagai kamuflase untuk memperbesar keuntungan Garuda Indonesia.

Menanggapi kasus ini, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal mengatakan, “terkait putusan BPK terkait kerja sama Mahata Aero Teknologi, maka Citilink Indonesia selaku pihak yang berkontrak juga telah mengirimkan surat kepada pihak Mahata Aero Teknologi terkait pembatalan kerja sama tersebut,” tuturnya dalam sebuah keterangan tertulis (26/7).

Hadirnya pemberitaan ini berjalan seiring dengan pupusnya harapan masyarakat Indonesia untuk menikmati fitur hiburan di dalam pesawat yang selama ini diidam-idamkan oleh banyak pihak.