Alami Kerugian, Garuda Bekukan Kiriman Armada dari Boeing dan Airbus

Armada Airbus A330 Milik Garuda Indonesia. Sumber: Istimewa

Maskapai penerbangan plat merah kebanggaan nasional, PT Garuda Indonesia Tbk. tengah dalam perbincangan serius dengan pihak manufaktur pesawat, Airbus SE dan Boeing Co. Diketahui, pihak Garuda berencana untuk menunda pengiriman 20 pesawat yang mereka pesan. Bukan tanpa alasan, pihak Garuda mengatakan akan berusaha untuk lebih memanfaatkan armada yang ada dan meminimalisir pengeluaran mereka saat ini.

Baca Juga: Douglas DC-8: Lambang Supremasi Penerbangan Jarak Jauh Garuda Indonesia di Era 60/70-an

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman reuters.com (22/9/2017), Garuda Indonesia dan anak perusahaannya, Citilink, seharusnya telah menerima pengiriman pesawat tersebut selama dua tahun. “Hingga periode 2019,” ungkap Chief Executive Garuda Indonesia, Pahala Mansury, tanpa membeberkan detail tanggal untuk pengiriman unit baru.

Garuda melaporkan kerugian bersih perusahaan yang meluas di paruh pertama tahun 2017, sebagian dari kerugian tersebut disebabkan oleh biaya untuk berpartisipasi dalam skema amnesti pajak yang diterapkan oleh pemerintah. Setelah menghitung kerugian tersebut, perusahaan yang dikendalikan oleh pemerintah ini juga meminta persetujuan untuk mengubah persyaratan tertentu pada obligasi sukuk global senilai $500 juta yang akan jatuh tempo pada tahun 2020.

Jika ditarik kesimpulan, mungkin penundaan pengiriman ini merupakan dampak dari kerugian yang mereka alami. “Kami ingin fokus pada optimalisasi armada yang ada,” kata Pahala. Lebih lanjut, Pahala masih memilih untuk bungkam ketika ditanya model pesawat apa yang ditunda kedatangannya oleh pihak Garuda. Namun,  juru bicara Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan mengatakan bahwa salah satu jenis pesawat yang akan ditunda pengadaaannya adalah Airbus A320 yang akan digunakan oleh Citilink.

Baca juga: Airbus A320Neo – Tawarkan Kabin Lebih Senyap, Inilah Pesawat Terbaru Citilink

Seorang juru bicara dari pihak Boeing mengatakan bahwa perusahaan tersebut menjalin kerja sama dengan banyak maskapai, salah satunya adalah Garuda Indonesia. Layaknya kebanyakan pelanggan mereka, Boeing seolah sudah paham betul tentang dalih mengoptimalkan armada yang dilontarkan pihak Garuda. Sedangkan rekanan Garuda lainnya, Airbus memilih untuk menutup mulut ketika ditanya soal diskusi yang mereka lakukan dengan pihak Garuda. Menurut buku pesanan Airbus dan Boeing, Citilink memiliki 25 pesawat A320neo dan Garuda memiliki 50 pesawat Boeing 737 MAX secara berurutan.