Alami Masalah pada “Ventilasi,” Airbus A340 Air France Terpaksa Mendarat Darurat di Iran

0
Airbus A340 milik Air France. Foto: Wikipedia

Pesawat dengan empat mesin, Airbus A340 milik Air France dengan nomer penerbangan 218 dari Bandara Charles de Gaulle Paris menuju Mumbai, dilaporkan harus melakukan pendaratan darurat (emergency landing) di Bandara Internasional Shahid Beheshti di Isfahan, Iran. Pesawat yang terbang dari Paris pada pukul 11.00 waktu setempat tersebut bahkan sebelumnya sempat hilang dari pantauan radar.

Baca juga: Awak Kabin Pesawat Berisiko Lebih Tinggi Terkena Kanker Payudara!

Dilansir dari express.co.uk (9/5/2019), pilot Air France memutuskan mendarat darurat setelah menerima adanya laporan malfungsi di bagian sistem ventilasi pesawat. Berdasarkan informasi, Airbus A340 telah muncul kembali di radar dan mendarat di Isfahan pada pukul 17.00 waktu Paris. Setelah dilakukan pemeriksaan, pesawat dengan 267 penumpang dan kru kabin telah bertolak ke Dubai pada pukul 23.00 waktu setempat.

Berkaca dari kejadian yang menimpa Airbus A340 Air France, titik penting terjadinya masalah ada pada ventilasi. Ventilasi di penerbangan bukan persoalan ringan, ventilasi udara layaknya pelindung bagi para penumpang. Sebagaimana diketahui virus udara seperti campak dan tuberkulosis dapat menggantung di udara selama berjam-jam. Ventilasi udara dapat melindungi penumpang dari virus tersebut.

Mengaktifkan ventilasi udara akan menciptakan penghalang udara yang akan mengakibatkan turbulensi dan memblokir mikroba tersebut serta menumbuknya lebih cepat. Jelas kehadiran ventilasi udara dalam pesawat memiliki banyak manfaat bagi para penumpang.

Lantas bagaimana cara kerja ventilasi udara di pesawat? Udara yang dihirup dan terekspos ketika berada di penerbangan adalah dua hingga lima baris di dekat tempat duduk Anda. Bagian ini disebut zona kontrol suhu. Zona-zona ini menerima udara dari nosel yang berada atas kepala. Nosel ini mengalir melalui seluruh kabin. Udara keluar dari pesawat di mana dinding samping bertemu dengan lantai atau dari celah yang terletak di bawah jendela.

Udara yang mengalir keluar dan bergabung dengan udara luar melewati HEPA (High-Efficiency Particulate Air) yang membersihkan semua partikel debu dan mikroba sebelum udara kembali memasuki pesawat.

Baca juga: Pesawat Boleh Tetap Mengudara di Tengah Kepulan Abu Vulkanik, Asalkan…

Persisnya ventilasi itu dapat memblokir partikel yang tidak diinginkan dari penumpang dengan menciptakan penghalang udara tersendiri. Terutama bagi penyakit yang dapat bertahan hidup di udara selama lima jam, seperti TBC dan meningitis. Caranya adalah dengan menyerap virus dan menyalurkannya ke pembuangan, yang nantinya akan dibuang setelah melakukan pendaratan.

Leave a Reply