Alumnus University College London Desain Helm yang Diklaim 68 Persen Lebih Aman dari Helm Biasa

0
Sumber: newatlas.com

Selama ini, biasanya kita hanya menentukan ukuran dari sebuah helm berdasarkan besarnya kepala kita, bukan? Tapi pada kenyataannya, hal semacam ini sebentar lagi akan mulai tergusur oleh kemajuan teknologi – pasalnya seorang berkewarganegaraan Inggris bernama Jamie Cook tengah mengembangkan sebuah teknologi cetak helm 3D. Dengan menggunakan teknologi semacam ini, maka para pengguna helm akan mendapatkan ukuran helm yang presisi, tidak kebesaran, dan tidak kekecilan.

Baca Juga: Helm Feher, Hadirkan Pendingin Udara Bagi Para Bikers

Pada awalnya, Jamie mengaku mendapatkan ide ini ketika dirinya masih menyandang status sebagai mahasiswa teknik mesin di University College London. Kegigihan dirinya dalam menciptakan teknologi ini akhirnya menggiring Jamie menjadi CEO dari perusahaan cetak helm 3D yang ia rintis.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (9/11/2018), para pembeli helm akan datang ke workshop Jamie untuk diukur kepalanya dengan menggunakan mesin pemindai. Sebanyak 30.000 titik pindai model digital 3D mesh yang dihasilkan oleh mesin tersebut nantinya akan jadi patokan Jamie untuk mencetak helm dengan ukuran yang presisi.

“Kecocokan ukuran helm dan kepala si pengguna bisa dibilang sangat tepat. Selain itu pencetakkan helm semacam ini juga meminimalisir limbah karena helm hanya dibuat sesuai dengan pesanan – jika tidak ada pesanan, berarti tidak ada limbah,” ujar Jamie.

Berbeda dengan kebanyakan helm pada umumnya, helm cetak 3D milik Jamie ini tidak menggunakan busa. Ya, busa Expanded Polystyrene (EPS) yang biasanya digunakan oleh kebanyakan helm konvensional ini diklaim memiliki dampak yang kuat terhadap benturan, karena mereka dirancang untuk menyerap energi di area kontak yang rata dan datar, bukan pada area lengkung seperti kepala.

Maka dari itu, Jamie mengembangkan sistem inti dari Hexo – nama helm ini, yang terdiri dari sel-sel hexagonal yang saling terhubung. Penggunaan sel-sel hexagonal ini dinilai 68 persen lebih aman karena dampak yang dihasilkan semisal terkena benturan bisa direduksi.

Baca Juga: Sight HUDWAY, Solusi Head Up Display Tanpa Harus Modifikasi Helm Anda!

Ditambah lagi dengan penggunaan bahan Poliamida 11 yang dikenal memiliki aliran panas delapan kali lebih baik ketimbang busa EPS – berimbas pada kenyamanan para penggunanya.

Bagaimana, tertarik untuk memilikinya? Jamie mengatakan hanya menediakan 500 unit terlebih dahulu helm Hexo yang produksi massalnya akan dimulai pada awal tahun 2019. Helm ini sendiri dibanderol dengan harga yang cukup tinggi, yaitu USD$456 atau yang setara dengan Rp6,7 juta.

 

Leave a Reply