Amerika Serikat Pergi dari Afghanistan, Taliban Minta Turki Operasikan Bandara Kabul

0
Ilustrasi Taliban larang penerbangan evakuasi. Foto: (Shakib Rahmani/AFP/Getty Images)

Taliban disebut meminta Turki untuk mengelola Bandara Kabul usai rombongan militer Amerika Serikat (AS) terakhir meninggalkan Afghanistan. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat lalu.

Baca juga: Penerbangan di Afghanistan Mulai Pulih, Ini Asal Kedatangan dan Negara Tujuan Utamanya

“Taliban meminta agar kami mengoperasikan Bandara Kabul. Kami belum membuat keputusan tentang masalah ini,” ujarnya seperti dilaporkan kantor berita Anadolu.

Sejak Taliban menguasai Istana Kepresidenan Afghanistan pada 15 Agustus, AS bergerak cepat mengambil alih operasi bandara yang juga disebut sebagai Bandara Hamid Karzai itu. Di tangan AS, penerbangan sipil dibekukan untuk memberikan keleluasaan proses evakuasi menggunakan pesawat militer.

Pentagon mengatakan penerbangan terakhir telah berangkat pada Senin malam sebelum berganti hari. Semua personel militer AS berada di luar Afghanistan. Penerbangan terakhir pesawat militer tersebut juga sebagai penanda berakhirnya proses evakuasi AS terhadap warga dan loyalisnya dari kelompok Taliban.

Setelah kepergian AS, praktis operasional bandara juga ikut dilepas. Mengingat Taliban tak mampu mengoperasikan bandara, Turki sebagai sekutu terdekat pun diminta untuk menjadi suksesornya.

Erdogan sendiri tidak ingin gegabah menerima tawaran Taliban. Sebab, ancaman keamanan masih akan terjadi di luar dan di dalam Bandara Kabul dalam beberapa hari ke depan, seperti serangan bom bunuh diri pada Kamis lalu

Erdogan sendiri mengutuk serangan yang diklaim oleh ISIS tersebut. Menurutnya, serangan itu menandakan bahwa keamanan di Afghanistan masih sangat krusial. Karena itu, ia masih akan fokus untuk mengevakuasi warga Turki yang tersisa.

“Serangan keji itu telah memperjelas betapa pentingnya keamanan di Afghanistan, dan bahwa prioritas negara untuk saat ini adalah evakuasi warga Turki,” jelasnya.

Selain sibuk mengevakuasi warganya, Turki saat ini juga diketahui tengah sibuk membendung migrasi warga Afghanistan ke negaranya. Secara teritorial, Turki memang terletak agak jauh dari Afghanistan. Tetapi, Turki dinilai lebih menjanjikan dibanding negara tetangga Afghanistan, seperti Pakistan, Tajikistan, India, Tibet, Uzbekistan, Turkmenistan, dan Iran.

Menurut kementerian Dalam Negeri Turki, “Saat ini ada sekitar 300.000 imigran Afghanistan yang terdaftar dan tidak terdaftar di Turki.”

Baca juga: Ingin ‘Kuasai’ Bandara Kabul Afghanistan, Erdogan Minta Restu AS

Merunut ke belakang, sebetulnya, Taliban meminta Turki mengambil alih operasi Bandara Kabul bukan tanpa alasan.

Pada akhir Juli lalu, Turki pernah berencana ingin mengambil alih operasional bandara tersebut. Turki bahkan sudah meminta restu dari AS terkait itu. Ini dilakukan sebagai upaya Turki untuk menggantikan peran AS dan sekutu yang belum lama ini menarik pasukannya dari negara tersebut.