Anda Tak Nyaman dengan Penumpang di Kursi Sebelah? Ini Solusinya

www.marketwatch.com

Berpetualangan menggunakan pesawat menjadi satu hal yang menyenangkan, selain cepat sampai ditujuan, terkadang harga tiketnya pun lebih murah. Namun, apa yang terjadi bila Anda duduk disebelah penumpang yang sakit, obesitas hingga bau badan? Pastinya hal ini membuat Anda tidak nyaman, dan kalau bisa pindah tempat duduk, tentu itu akan menjadi opsi pertama yang akan Anda lakukan.

Baca juga: 6 Tips Ampuh Menahan BAB Saat Perjalanan Jauh

Dilansir KabarPenumpang.com dari marketwatch.com (20/6/2017), selain keluhan tentang layanan penerbangan yang naik hingga 70 persen pada Maret dan April 2017, kecemasan lainnya adalah terpaksa duduk dengan orang-orang yang tidak menyenangkan.

Banyak penumpang yang mengatakan kegelisahan terbesarnya saat terbang adalah keberadaan orang yang duduk disebelah mereka. Sebuah studi dari Airfarewatchdog.com yang dilakukan pada minggu ini, menyebutkan bahwa seorang penumpang harus duduk disebelah orang batuk sebanyak 29,3 persen, duduk disebelah orang yang memiliki bau badan 28 persen, dan yang memiliki berat badan berlebih 13,6 persen.

Baca juga: Tersengat Kalajengking Dua Jam, Penumpang Ini Dalam Kondisi Stabil

Sebenarnya dalam menangani masalah ini ada solusi sederhana yang bisa dilakkan. Seorang advokat konsumen dan penulis buku How to Be the World’s Bestest Traveler, Christopher Elliott mengatakan, jika masalahnya adalah perilaku, hal terbaik yang harus dilakukan adalah mengatasinya dengan penumpang tersebut. “Mintalah mereka untuk tidak berbicara, katakan pada mereka bahwa Anda sedang sibuk, atau mohon agar anak mereka tidak menyentuh bagian belakang tempat duduk Anda, hal-hal itu dapat dengan mudah ditangani,” ujar Elliot.

Jacqueline Whitmore, mantan pramugari dan ahli etika mengatakan, jika sebuah masalah tidak dapat diselesaikan secara verbal, penumpang berhak meminta awak kabin untuk memindahkannya begitu pintu pesawat ditutup, tentunya selama mereka tidak meminta beralih ke lain kelas dengan kursi yang lebih mahal. “Saya akan melakukan ini secara diam-diam agar tidak menyinggung perasaan pasangan Anda,” katanya.

Baca juga: Digigit Anjing Sebelum Take-off, Penumpang ini Terpaksa Mendapat Perawatan Medis

Namun, jika penumpang memiliki bau badan yang menyengat, bisa saja dikeluarkan dari pesawat asal tidak berhubungan dengan penyandang disabilitas. Delta Airlines menyatakan dalam peraturannya, segala hal yang menimbulkan resiko pelanggaran atau gangguan yang tidak masuk akal bagi penumpang lainnya bisa saja dilakukan, namun kepindahan tersebut diserahkan kembali dengan pertimbangan awak kabin dan kapten pesawat.

Sayangnya, bila saat itu kondisi pesawat dalam keadaan penuh, kemungkinan untuk berpindah sangatlah kecil dan mau tak mau penumpang harus bersabar. Pakar Etika dan mantan awak kabin, Elaine Swann menyarankan, untuk membawa colonge atau parfum bila duduk disebelah penumpang yang memiliki bau badan tidak enak. Tak lupa pula bawa penutup telinga bila disebelah adalah penumpang yang berisik dan memiliki suara nyaring.

Dari hasil survei, sebanyak 14 persen orang takut duduk disebelah penumpang yang memiliki berat badan berlebih. Padahal Anda perlu mengetahui, bahwa seorang penumpang yang memiliki berat badan berlebih juga tidak menikmati perjalanan dalam pesawat. Ini dikarenakan desain kursi pesawat yang semakin lama kian mengecil. Masalah ini pernah menjadi perdebatan dan beberapa maskapai bahkan meminta penumpang dengan berat badan berlebih membeli dua kursi.

Baca juga: Identifikasi Kebutuhan Penumpang, Awak Kabin Air New Zealand Adopsi Augmented Reality

Atas kejadian ini, banyak penumpang yang menggugat maskapai penerbangan akibat berada disebelah penumpang yang memiliki berat badan berlebih, sedangkan yang lainnya berhasil meminta kembali uang perjalanan mereka. Sebenarnya, jika dalam penerbangan Anda merasa tidak nyaman dengan penumpang di sebelah, ada baiknya meminta pengembalian uang atau voucher. Namun, maskapai penerbangan tidak harus memberikan kepada mereka.

Peggy Howell, juru bicara National Association to Advance Fat Acceptance (NAAFA) mengatakan penumpang yang kelebihan berat badan cenderung jauh lebih cemas daripada teman duduk mereka tentang terbang, dan organisasi tersebut telah merilis sebuah tips untuk bepergian sambil makan makanan berlemak. Menurutnya, kesalahannya terletak pada maskapai penerbangan karena membuat kursi semakin kecil untuk menghemat uang.

Baca juga: Untuk Penumpang Obesitas, Perpanjangan Sabuk Pengaman Belum Jadi Prioritas

“Saya kira jika tinggi badan Anda berada 1,5 meter dan berat di bawah 55 kg, Anda mungkin cocok dan nyaman dalam penerbangan, tapi karena setidaknya 60 persen populasi manusia adalah kelebihan berat badan atau obesitas, itu tampaknya tidak akan membuat banyak pilihan. Mengapa Anda tidak ingin mengakomodasi bagian utama basis pelanggan di luar sana? Atau apakah ini hak istimewa  yang akan segera tersedia hanya untuk orang terkaya di antara kita?, “katanya.