Antara Bandara Soekarno-Hatta dan Charles de Gaulle, Dirancang oleh Arsitek yang Sama

0
Sumber: pariwisata.id

Siapa yang tak kenal dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta? Bandara yang sering disebut bandara Cengkareng karena letaknya di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat ini dibuka secara resmi pada 1 Januari 1984 silam.

Baca juga: Keberadaan Runway 3 Bandara Soetta Disebut Tak Berfungsi Optimal, Ini Sebabnya!

Dirangkum KabaraPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kehadiran dari Bandara Soetta menggantikan Bandar Udara Kemayoran yang kini tak lagi beroperasi. Bandara ini sendiri mulai beroperasi komersial sejak 1 Mei 1985 dan saat itu hanya memiliki dua terminal yakni Terminal 1 dan Terminal 2.

Terminal 1 melayani semua penerbangan domestik kecuali Garuda Indonesia dan Terminal 2 melayani semua penerbangan internasional kecuali Garuda Indonesia. Saat itu Bandara Soetta memiliki luas 18 km persegi dan memiliki dua landasan paralel yang dipisahkan dua taxiway sepanjang 2,4 km.

Terminal 1 adalah terminal pertama yang dibangun, selesai pada tahun 1985 yang terletak di sisi selatan bandara, di seberang Terminal 2. Terminal 1 memiliki 3 sub-terminal, masing-masing dilengkapi dengan 25 loket check in, lima loket bagasi dan tujuh Gerbang.

Terminal ini memiliki kapasitas untuk menangani sembilan juta penumpang per tahun. Setiap bangunan terminal dibagi menjadi 3 concourse yakni Terminal 1A, 1B, dan 1C. Di mana kebanyakan digunakan untuk penerbangan domestik oleh maskapai lokal.

Sedangkan Terminal 2D dan 2E digunakan untuk melayani semua penerbangan internasional kecuali Garuda Indonesia. Terminal 2D untuk semua maskapai asing yang dilayani oleh PT Jasa Angkasa Semesta, salah satu kru darat bandara. Terminal 2E dan 2F untuk penerbangan internasional untuk maskapai lokal.

Kemudian Terminal 3 selesai dibangun pada tanggal 15 April 2009 dan diawal operasinya, Terminal 3 sementara digunakan maskapai berbiaya hemat dan kini semua penerbangan internasional, Citilink dan Garuda Indonesia beroperasi di terminal ini. Bandara Soetta ternyata dirancang oleh arsitek Perancis Paul Andreu, yang juga merancang Bandara Charles de Gaulle di Paris, Perancis.

Salah satu karakteristik besar bandara ini adalah gaya arsitektur lokalnya, dan kebun tropis di antara lounge tempat tunggu. Bandara Soetta hadir setelah Bandar Udara Kemayoran ditujukan untuk penerbangan domestik dianggap terlalu dekat dengan basis militer Indonesia yakni Bandara Halim Perdanakusuma.

Baca juga: KA Bandara Soetta Tawarkan Layanan City Check-In dan Baggage Handling Gratis!

Pada awal 1970-an, dengan bantuan USAID, delapan lokasi potensial dianalisis untuk bandar udara internasional baru, yaitu Kemayoran, Malaka, Babakan, Jonggol, Halim, Curug, Tangerang Selatan dan Tangerang Utara. Akhirnya, Tangerang Utara dipilih dan ditandai juga Jonggol dapat digunakan sebagai bandara alternatif.

Leave a Reply