Antartika Punya Penerbangan Domestik, Siapa Penumpangnya?

0
Pesawat Basler BT 67 yang begitu diandalkan untuk penerbangan domestik Antartika. Foto: Basler via Simple Flying

Terletak di bagian paling bawah bumi, Antartika adalah benua terbesar kelima dan jadi tempat terdingin di bumi. Karena cuacanya tidak ramah untuk dijadikan tempat tinggal serta populasi dan mobilitas yang tak sesibuk kota besar di seluruh dunia, hampir mustahil benua tersebut membutuhkan penerbangan domestik. Tetapi, fakta justru sebaliknya. Antartika mempunyai penerbangan domestik.

Baca juga: Teka-Teki Pesawat Dilarang Terbang di Atas Antartika, Ternyata Gegara Hal Ini

Benua beku Antartika di Kutub Selatan masih menyimpan misteri alam yang menunggu dieksplorasi. Antartika adalah satu-satunya tempat di Bumi yang tidak dimiliki siapapun atau negara manapun. Juga, tidak pernah memiliki sejarah dimiliki penduduk asli.

Berdasarkan perjanjian Antartika, tanah dan sumber daya yang ada hanya boleh digunakan untuk tujuan perdamaian dan ilmiah. Terdapat lebih 60 pusat sains di Antartika yang didirikan 27 negara. Salah satunya Norwegia.

Dilansir Simple Flying, Negara Nordik itu mengklaim Queen Maud Land berada di bawah otoritas mereka. Namun, glacial blue ice runway atau landasan pacu biru yang berada di wilayah tersebut tetap terbuka untuk umum, dalam hal ini tim peneliti dari seluruh dunia; di antaranya dari International Polar Foundation (IPF) yang berbasis di Brussels, Belgia, dimana mereka mengoperasikan Stasiun Penelitian Princess Elisabeth Antartika (PEARS) yang terletak di Utsteinen Nunatak, Queen Maud Land.

http://https://www.youtube.com/watch?v=VSvuyHnIzLc

Untuk mencapai PEARS, sudah pasti para peneliti dari IPF harus mendarat di glacial blue. Kebanyakan dari mereka ataupun tim peneliti serta wisatawan yang tiba di Antartika tiba di sana dengan menumpangi pesawat Ilyushin 76 TD-90 buatan Rusia yang dioperasikan oleh maskapai Antarctic Logistics Center International (ALCI).

Jadi, bagi Anda yang penasaran bagaimana cara ke Antartika dan sangat berminat untuk bisa ke sana, ALCI bisa mengantar Anda ke sana. Hanya saja biaya tidak disebutkan dengan detail.

Yang pasti, ALCI hanya melayani penerbangan internasional selama enam jam, dari Cape Town International Airport (CPT) di Afrika Selatan ke Pangkalan Udara Novolazarevskaya (Novo) di Antartika saat musim panas. Sebab, pada musim dingin, posisi Antartika menjauh dari matahari sehingga selalu diselimuti gelap dan suhu dingin ekstrem.

Mengingat benua ini cukup besar, mencapai 14,2 juta km persegi, jauh lebih luas dari Benua Australia sebesar 8,6 juta km persegi, sudah pasti banyak titik dijadikan lokasi penelitian. Karena perjalan via darat atau mungkin laut cukup ekstrem dan tidak efisien, alhasil, dibutuhkan penerbangan domestik dari bandara atau pangkalan udara Antartika ke titik-titik penelitian. Itulah alasan mengapa ada penerbangan domestik di Antartika.

Baca juga: Begini Foto Antartika Pertama pada 119 Tahun Lalu Lewat Balon Udara

Setibanya di Pangkalan Udara Novo milik Rusia, tim peneliti yang ingin ke PEARS akan diantar maskapai Kenn Borek Air yang berbasis di Calgary, Kanada, menggunakan pesawat Basler BT-67, sebuah pesawat berkapasitas 18 penumpang yang dinilai sangat mirip dengan Douglas DC-3, selama satu jam perjalanan dan mendarat di Troll Airfield (di bawah otoritas Norwegia) dekat PEARS. Pesawat ini digadang tangguh di segala kondisi, dari mulai wilayah terdingin sampai terpanas di bumi.

Sayangnya Troll Airfield tidak dilengkapi dengan Sistem Pendaratan Instrumen (ILS), sehingga pilot mengandalkan visual flight rules (VFR) untuk mendaratkan pesawat, selain tetap mengandalkan sejenis papan ski mengelilingi landing gear. Itu berarti, bila cuaca tidak bersahabat, mau tak mau penerbangan harus delay selama beberapa hari.