Antisipasi Lonjakan Penjualan Tiket Lebaran, PT KAI Tambah Bandwidth dan Maksimalkan Dua Data Center

Fasilitas IT Operation Center PT KAI di Bandung.

Porsi penjulan tiket PT KAI (Persero) kini didominasi oleh sistem online, yakni mencapai 46 persen. Dengan beban terbesar di sistem online sudah barang tentu kesiapan akses jaringan internet mutlak dipersiapkan secara matang oleh BUMN transportasi ini. Dan guna mengantisipasi lonjakan trafik data, khususnya menyambut musim pemesanan tiket kereta Lebaran 2017, PT KAI telah mempersiapkan dua fasilitas data center dan peningkatan bandwidth.

“PT KAI saat ini mempunyai dua data center, yaitu di Bandung dan Surabaya. Fasilitas data center tersebut juga punya kemampuan sebagai recovery center atau pusat fasilitas pengganti jika terjadi masalah darurat terksit sistem data pelayanan penumpang,” ujar M. Kuncoro Wibowo, Direktur Komesial PT KAI kepada KabarPenumpang.com di Bandung (23/3/2017). Di musim penjualan tiket Lebaran ini disebutkan terjadi kenaikan transaksi 2,1 persen per harinya.

Meroketnya jumlah trafik orang yang mencoba mengakses layanan tiket KA selalu menjadi momok yang meresahkan dalam momen penjualan tiket Lebaran. Maklum saja untuk mengakses situs dan jaringan internet KA kerap dirasa sulit pada jam-jam puncak, contohnya pada tengah malam. Selain menyarankan pembeli untuk melakukan transaksi lewat dini hari, PT KAI sejatinya telah mengadopsi software khusus yang mampu membagi antrian transaksi pada server. “Kami memang telah, memperbayak application server, diharapkan kegagalan proses pemesanan tiket dapat direduksi dan penumpang dapat melakukan transaksi baik di web based dan aplikasi,” papar Endro Rahardjo, Vice President IT Operation PT KAI.

PT KAI sudah menambah bandwidth untuk situs pembelian online. Pada pemesanan tiket H-7, misalnya, PT KAI menambah bandwidth dari 80 Mbps menjadi 120 Mbps. Saat ini bandwidth tersebut malah sudah ditambah dua kali lipat menjadi 240 Mbps.

Jumlah server yang beroperasi pun ditambah dari tiga menjadi tujuh. Tak hanya itu, semua akses jaringan pembelian tiket internal di stasiun ditutup untuk mengantisipasi lonjakan pembelian tiket online. “Kami tak menyangkal bila akses jadi melambat. Tapi tolong, yang mengakses juga sebaiknya memastikan bila jaringannya juga dalam situasi yang bagus,” kata Kuncoro.