Antisipasi Panas Ekstrem, Jaringan Kereta Api Jepang Terapkan Teknologi Mutakhir!

0
Ilustrasi kepadatan kereta namun tetap disiplin di Jepang

Perusahaan kereta api Jepang berupaya untuk meningkatkan kenyamanan para penumpang – menanggapi keluhan terkait suhu panas yang mereka rasakan ketika berada di dalam kereta dan di stasiun. Upaya ini juga merupakan salah satu bentuk persiapan pihak perusahaan kereta api dalam menghadapi Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo yang akan dihelat tahun 2020 mendatang. Dengan menggunakan teknologi yang mutakhir, perusahaan berharap dapat mengentaskan masalah ini.

Baca juga: Suhu Ekstrem Pada Musim Panas dan Dingin Ancam Pengoperasian Kereta di Inggris

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thejakartapost.com (12/7), perusahaan kereta api telah menggunakan salah satu teknologi mutakhir yaitu kaca jendela khusus yang dapat mencegah sinar ultraviolet merangsek masuk ke dalam rangkaian kereta.

Selain kaca khusus tersebut, perusahaan kereta api Jepang juga telah menggunakan sistem pendingin ruangan yang dapat ‘membaca’ jumlah kepadatan penumpang – baik di dalam kereta maupun di stasiun. Sederhananya seperti ini, suhu di dalam kereta akan otomatis menjadi lebih dingin ketika hendak memasuki stasiun dengan tingkat kepadatan penumpang yang tinggi.

Selain itu, suhu pendingin ruangan juga oromatis akan menjadi lebih dingin ketika jumlah penumpang yang berada di dalam rangkaian dinilai cukup banyak. Parameternya adalah total keseluruhan berat penumpang yang ada di dalam satu rangkaian kereta.

Adapun operator yang sudah mengaplikasikan teknologi pendingin udara otomatis tersebut adalah Tokyo Metro Co., Odakyu Electric Railway Co., dan Hankyu Corp.

Sedangkan JR East dan Seibu Railway Co. telah mengaplikasikan kaca yang dilengkapi dengan logam khusus dan filter yang berfungsi untuk menyerap sinar ultraviolet dan inframerah.

Ya, masalah tingkat kepanasan yang tinggi (dan tentu saja tingkat kepadatan penumpang) di dalam rangkaian kereta merupakan salah satu penyebab di balik keterlambatan dari setiap jadwal keberangkatan kereta. Dapat Anda bayangkan apabila ada penumpang yang terhimpit penumpang lain di dalam sebuah rangkaian kereta, dan membutuhkan pertolongan medis, maka kereta akan berhenti lebih lama untuk melakukan evakuasi – dan ini akan berimbas pada keterlambatan pemberangkatan kereta terkait.

Baca juga: Diterjang Gelombang Panas Ekstrem, Korea Selatan Turunkan Laju Kecepatan Kereta

“Lebih banyak penumpang yang membutuhkan bantuan medis ketika kondisi kereta penuh sesak di musim panas,” ujar salah satu pejabat kereta api.

Guna mengantisipasi kejadian di luar kehendak, selain menggunakan teknologi mutakhir tersebut, JR East akan mengaplikasikan pendeteksian kesehatan penumpang dengan menggunakan videophone, dimana rencana ini berada di bawah kerja sama dengan sejumlah rumah sakit yang ada di Tokyo.

Leave a Reply