Antonov An-24, Jawara Pesawat Penumpang Propeller Soviet yang ‘Dijiplak’ Menjadi Xian MA60

0
Antonov An-24. Foto: Airlines Inform

Pesawat Antonov An-24RV menjadi perhatian dunia setelah insiden jatuhnya Lion Air flight 602. Pesawat tersebut jatuh di Sri Lanka akibat ditembak oleh separatis Pasukan Pembebasan Macan Tamil Eelam (LTTE) menggunakan rudal anti pesawat portabel atau man-portable air defence systems (MANPADS) pada akhir dekade 90-an. Insiden tersebut pun menambah catatan kelam pesawat komersial jatuh dirudal.

Baca juga: Hari Ini, 22 Tahun Lalu, Lion Air Flight 602 Jatuh Dirudal Tak Lama Setelah Kerusuhan 98

Akan tetapi, terlepas dari insiden tersebut, sebetulnya, Antonov An-24 sudah lama dikenal dunia, bahkan bisa dibilang jadi pesawat paling populer di dunia.

Pesawat lansiran pertama kali pada 29 Oktober 1959 oleh biro desain Antonov tersebut, seperti dikutip dari laman resmi perusahaan, diklaim sebagai pesawat paling populer di dunia dalam jangka waktu yang agak lama. Tak disebutkan dengan persis periode yang dimaksud. Tetapi, jika dilihat berdasarkan tahun produksi, itu berarti antara tahun 1959-1979.

Selama periode tersebut (1959-1979), pesawat dengan kapasitas 50 penumpang dan tiga kru, bentang sayap 29.2 meter, panjang 23.5 meter, dan tinggi 8.3 meter ini berhasil diproduksi sebanyak 1.367 unit di seluruh dunia. Dalam rentang waktu tersebut, tahun 1967 menjadi tahun kejayaan pesawat dengan mencatat angka produksi tertinggi mencapai 166 unit.

Pesawat bermesin turboprop sayap tinggi (high wing) ini diplot untuk penerbangan jarak dekat-medium, menggantikan pesawat veteran Rusia (Uni Soviet) lainnya, Ilyushin Il-14 Avia, yang dinilai sudah usang bersama mesin pistonnya.

Dengan mesin kokoh dan tangguh, Ivchenko AI-24, serta desain sayap high wing, Antonov An-24 disebut mampu beroperasi pada landasan pendek dan kasar tanpa takut terganggu oleh serpihan ataupun objek asing lainnya ke area mesin. Perawatan mesinnya juga tak terlalu rumit tanpa memerlukan peralatan canggih.

Tak hanya itu, badan pesawat yang kokoh dan kinerja yang baik, An-24 juga diadaptasi untuk melakukan banyak misi sekunder seperti pengintaian es dan uji coba mesin atau baling-baling, serta pengembangan lebih lanjut untuk menghasilkan angkutan taktis An-26, angkutan untuk kebutuhan foto pemetaan atau survei lokasi, An-30, dan angkutan taktis An-32 dengan mesin yang lebih kuat.

Di masa keemasannya, pesawat berkemampuan terbang sejauh 990 km di ketinggian rata-rata 9.100 meter pada kecepatan operasional mencapai 420 km per jam ini digunakan secara luas di kalangan sipil maupun militer. Selain itu, masih soal masa keemasan, Antonov An-24 juga pernah digunakan untuk mencatat 39 rekor dunia oleh para wanita.

Baca juga: Xian MA60, Pesawat Cina Jiplakan Antonov An-24 yang Bikin Merpati Airlines Bangkrut

Setelah 61 tahun beroperasi, tahun lalu, masih ada sekitar 109 pesawat yang masih beroperasi. Umumnya di negara-negara Afrika.

Antonov An-24 diproduksi dengan 13 varian berbeda dengan masing-masing peningkatan. Adapun varian Antonov An-24RV mengalami peningkatan di bagian mesin, dari semula turboprop menjadi turbojet. Selain varian RV, Antonov An-24 juga ada varian versi jiplakan oleh perusahaan Cina menjadi Xian MA60. Varian tersebut merupakan pengembangan dari versi jiplakan pertama Cina terhadap An-24, Xian Y-7.

 

Leave a Reply