Asem! Petugas Keamanan Bandara di India Bakal Kurangi ‘Senyuman’ Pada Penumpang

CISF kurangi senyum di Bandara India demi keselamatan dan keamanan (BBC)

Ada yang bilang ‘senyum adalah ibadah,’ maka orang berlomba-lomba untuk memberikan senyuman dan sapaan kepada sesama. Terlebih bagi petugas keamanan bandara, meski dipahami jika mereka tak terlalu murah senyum demi menjaga wibawa, tapi ada yang unik di India. Pasalnya petugas keamanan bandara di India harus mengurangi bahkan tidak diperbolehkan senyum kepada orang-orang yang mereka temui.

Baca juga: Bandara Pakyong di Timur Laut India, Tawarkan Eksotisme Himalaya

Pastinya ini akan membuat masyarakat semakin segan untuk bercengkrama dengan para petugas keamanan. Baru-baru ini, petugas keamanan India diperintahkan untuk mengurangi senyuman mereka kepada penumpang di bandara. Alasannya pun cukup aneh dimana karena sebuah senyuman terjadi serangan teroris di Amerika Serikat pada 9 September 2001 lalu.

KabarPenumpang.com melansir dari laman theweek.co.uk (9/10/2018), Kepada Central Industrial Security Force (CISF) Rajesh Ranjan yang bertanggung jawab atas keselamatan penerbangan di India mengatakan, staf keamanan harus berhati-hati dan waspada dibandingkan harus ramah kepada publik atau penumpang. Di masa lalu, CISF bertanggung jawab atas keamanan di 60 bandara komersial utama di negara tersebut dan selalu menekankan perlunya meningkatkan softskill untuk membuat pemeriksaan keamanan ramah penumpang.

Sayangnya kekhawatiran tersebut berkembang setelah pertumbuhan sektor penerbangan komersial India dan kerentanannya terhadap terorisme membuat CISF berpikir ulang untuk keramah tamahan tersebut. Bahkan pejabat mengatakan, keramahan berlebihan menempatkan bandara pada risiko serangan teroris. Hal ini akhirnya membuat petugas CISF harus mengurangi senyuman mereka.

Baca juga: “Kempa,” Robot Humanoid Khas India Hadir di Bandara Bengaluru

“Kami tidak bisa terlalu ramah dengan penumpang karena salah satu alasan yang disebutkan mengapa 9/11 terjadi … adalah ketergantungan yang berlebihan pada fitur-fitur yang ramah-penumpang,” ujar Rajesh.

Direktur Jenderal CISF, MA Ganapathy mengatakan bahwa dalam upaya untuk membuat keamanan menjadi prioritas, pendekatan dari memberikan senyum lebar mereka dengan menjadi senyum seadanya saja. Nantinya personil juga akan menerima pelatihan dalam analisis perilaku untuk membantu mereka melihat penumpang yang mencurigakan.

Menteri Dalam Negeri India, Rajnath Singh, memperingatkan bahwa teroris secara terus-menerus mencara cara untuk membahayakan keamanan penerbangan dan menyerukan upaya tidak kenal lelah. Selain mengurangi senyuman mereka, serangkaian teknologi baru termasuk scanner dan peralatan CCTV canggih juga sedang diperkenalkan untuk meningkatkan keamanan.

Bandara India kini tengah berjuang untuk mengatasi kemanan karena melihat peningkatan enam kali lipat jumlah penumpang selama beberapa dekade terakhir. Pengaamat juga telah memperingatkan bahwa pemerintah perlu menghabiskan miliaran dolar untuk meningkatkan kapasitas dan keselamatan di bandara.