Aska – Moda ‘Dua Alam’ Karya Startup AS dan Israel Siap Terbang Perdana di 2020

Aska eVTOL. Sumber: newatlas.com

Ketika sektor electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) sudah mulai dirambah oleh para pemain lama di sektor kedirgantaraan seperti Airbus, kini ada satu perusahaan lagi yang juga turut berkecimpung di sektor tersebut. Adalah perusahaan startup asal Amerika dan Israel NFT yang mengembangkan mobil terbang bernama Aska. Menurut NFT, sesuai dengan namanya, Aska tidak membutuhkan landas pacu untuk menerbangkan moda ini. Dengan hadirnya Aska meramaikan pengembangan moda eVTOL, maka inikah salah satu pertanda bahwa moda udaralah yang akan mengambil alih mobilitas penumpang di masa yang akan datang?

Baca Juga: Setelah Alpha One Vahana, Kini Giliran P2 Xcursion yang Uji Terbang

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (12/6/2019), NFT mengatakan bahwa Aska bisa dikendarai di jalanan seyogyanya mobil konvensional, karena ukurannya yang hanya sebesar mobil Sport Utility Vehicle (SUV) saja. Ketika Aska akan memulai perjalanannya di udara, maka sayap lipat yang terdapat di belakang kendaraan dapat dikembangkan kapanpun si empunya Aska membutuhkannya,

Aska eVTOL. Sumber: newatlas.com

Ketika bertransformasi menjadi moda udara, Aska akan di-support oleh 14 baling-baling yang siap mengangkatnya ke udara secara vertikal – sama seperti helikopter. Ketika sudah berada di udara, maka baling-baling yang ada di bagian belakang akan berputar ke posisi vertikal dan bertindak sebagai pendorong ‘moda dua alam’ ini. NFT mengklaim bahwa penerbangan dengan metode seperti ini akan memungkinkan moda untuk bergerak lebih cepat di udara namun tetap hemat energi.

Sementara ketika di darat, Aska akan menggabungkan sejumlah teknologi yang kini sedang naik daun – salah satunya adalah Artificial Intelligent (AI) yang memungkinkan Aska untuk menghindari obstacle dan bergerak secara stasioner.

Untuk masalah daya gedor sendiri, Aska menggunakan baterai isi ulang yang mampu menydiakan daya untuk Aska bergerak hingga 563km dalam kondisi baterai terisi penuh.

Baca Juga: Prototipe Taksi Drone Ehang 184, Sukses Uji Coba Dalam 1000 Kali Terbang

Sadar bahwa untuk memiliki salah satu kendaraan ini membutuhkan kondisi dompet yang tebal, maka Aska menawarkan solusi lain dengan cara memberikan layanan langganan kepada para penggunanya agar mereka bisa menggunakan moda ini kapanpun dibutuhkan.

Aska sendiri diambil dari bahasa Jepang yang berarti burung terbang diluncurkan pada Senin (12/6/2019) bertepatan dengan dihelatnya acara EcoMotion di Tel Aviv. Sementara untuk jadwal first maidennya, pihak NFT mengatakan bahwa Aska direncanakan untuk terbang perdana pada kuartal pertama tahun 2020 mendatang.