Aturan dan Etika Tata Rias Awak Kabin Masih Mengacu Ke Standar Era 60-an

Emirates (Pinteres)

Awak kabin harus tampak ramah meski lelah karena baru saja selesai perjalanan back to back. Bahkan dalam kondisi ini pun mereka tidak pernah menunjukkan bahwa mereka tengah kelelahan karena pekerjaan mereka yang berlangsung seharian tersebut. Tak hanya itu, awak kabin selalu rapi dengan setelan seragam yang dikenakan. Bahkan gaya rambut dan make up atau riasan mereka terlihat segar meski dalam kabin yang kering.

Baca juga: Hadirkan Seragam Mini, Qantas dan Emirates Harapkan Anak-Anak Cintai Profesi Awak Kabin

Mereka ini diwajibkan untuk tetap mempertahankan senyuman, tetap melayani dengan ketenangan dan memberikan pengalaman bagi pelancong yang bepergian ke luar negeri ataupun domestik. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (18/1/2019), seragam yang dikenakan awak kabin merupakan tanda pengenal sebuah maskapai, sehingga saat mereka keluar selesai bertugas dan pelancong tidak naik maskapai, maka tetap mengetahui awak kabin dari masakapai mana.

Namun, ternyata meski terlihat cantik, ramah dan murah senyum, awak kabin juga dilarang menggunakan aksesoris berlebihan. Hal ini diungkapkan salah seorang awak kabin Emirates terkait perhiasan yang digunakan saat bertugas.

Joanna Colins mengatakan dirinya telah bekerja selama enam tahun terakhir untuk maskapai Emirates. Dia mengaku peraturan terkait penggunaan perhiasan cukup ketat dan tidak boleh digunakan semuanya saat penerbangan.

“Kita bisa mengenakan anting-anting mutiara atau kancing yang berlian atau kristal. Ini berarti setiap pramugari udara atau pramugari dengan rantai di leher mereka, tidak peduli seberapa halus, bisa melanggar peraturan,”ujar Joanna.

Dia mengatakan, menggunakan arloji atau jam tangan diperbolehkan, namun dalam balutan sederhana dan jelas. Bahkan sebagai awak kabin pun hingga kini masih harus mengikuti peraturan yang ada sejak tahun 1960-an.

Seragam yang digunakan awak kabin Lufthansa dan staf lounge Bandara Munich (Lufthansa Group)

“Mereka harus mengikuti banyak aturan mengenai penampilan mereka dan beberapa dari mereka kembali ke masa kejayaannya. Awak kabin perempuan harus mengenakan lipstik dan perona pipi minimal, menurut Standar Seragam Praktik Penaksiran Profesional (USPAP),” ujarnya.

Mantan awak kabin British Airways juga mengakui bahwa peraturan dari tahun 1960-an tersebut tidak berubah. Wendy Barlow mengatakan, selama pelatihan mereka mendapat kunjungan dari Elizabeth Arden yang mengajari para awak kabin pemula cara merias wajah.

British Airways tetap ketat dengan persyaratan awak kabinnya, bahkan hingga hari ini agar stafnya sesuai dengan citra perusahaan mereka. Panduan Pemakai Seragam British Airways bahkan merinci warna lipstik yang diperlukan. Warna-warna tersebut diperlukan untuk melengkapi warna seragam.

Baca juga: Kerap Alami Pelecehan, Cathay Pacific Bakal Ganti Seragam Awak Kabin

Tiga contoh warna yang ditampilkan dalam panduan ini mencakup warna seperti merah dengan nada biru dan merah muda gelap. Awak kabin wanita diharuskan menggunakan bedak untuk mengatur make-up mereka untuk hari itu dan menggunakan perona pipi. Kulit cerah juga dituntut, “Dimana noda yang kelihatan harus disembunyikan sedapat mungkin,” yang tertulis dalam panduan.