Australia Ikut Kembangkan Pesawat Supersonik, Terbang Mulai 2025

0
Ilustrasi pesawat supersonik. Foto: Getty

Perusahaan patungan Ukraina-Australia, Cosmovision Global Corporation, ikut meramaikan perlombaan untuk menyediakan penerbangan pesawat supersonik. Guna memuluskan hal itu, perusahaan menggandeng perancang mesin, SE Ivchenko-Progress, dan produsen mesin jet, JSC Motor Sich, yang keduanya berasal dari Ukraina.

Baca juga: Keren, Tesla Akan Buat Pesawat Supersonik Pengganti Concorde Bertenaga Listrik

Saat ini, proyek pesawat supersonik Australia itu sedang dalam tahap mengumpulkan dana investor. Bila segalanya berjalan sesuai rencana, penerbangan supersonik trans-Pasifik berkapasistas 100 kursi dari Sydney ke Los Angeles dan sebaliknya, mulai tersedia pada 2025 mendatang.

Sayangnya, Cosmovision Global Corporation, selaku pimpinan proyek, belum berbicara lebih banyak tentang pengembangan pesawat supersonik ini. Utamanya, terkait keputusan perusahaan menggandeng SE Ivchenko-Progress dan JSC Motor Sich. Tetapi, banyak yang menyebut itu erat kaitannya dengan CEO Cosmovision juga berasal dari Ukraina.

“Ini proyek unik dan inovatif yang memungkinkan perjalanan cepat dari bawah ke belahan bumi utara negara dan benua dalam waktu yang belum pernah dicapai sebelumnya oleh pesawat jet penumpang,” kata Ilya Osadchuk kepada Australian Aviation.

SE Ivchenko-Progress dan JSC Motor Sich sendiri bukan pemain baru di bidang desain dan produksi mesin. Di laman resminya, SE Ivchenko-Progress tertulis bergerak dalam bisnis perancangan dan pengembangan mesin untuk sipil maupun militer. Saat ini, perusahaan tersebut menjalankan lebih dari 66 jenis pesawat dan modifikasinya di lebih dari 100 negara.

Sedangkan Motor Sich mengaku sebagai salah satu produsen instalasi turbin gas industri dan mesin pesawat serta helikopter terkemuka di dunia.

Secara portofolio, tentu kedua perusahaan tersebut tidak bisa dianggap remeh dan bisa dibilang layak untuk turut andil dalam perlombaan pengembangan pesawat supersonik.

Tetapi, banyak kalangan menilai bahwa pengembangan pesawat supersonik saat ini tidak ada yang bisa melampaui pendaaan dan kemampuan teknologi perusahaan-perusahaan yang berbasis di AS. Tercatat, setidaknya, ada sekitar sembilan perusahaan berbasis di AS yang saat ini berlomba mengembangkan pesawat supersonik; Boom Supersonic, Spike, Aerion, Tesla, Virgin Galactic, NASA, Lockheed Martin, Boeing, dan Exosonic.

Baca juga: Japan Airlines Gelontorkan US$10 Juta Untuk Proyek Pesawat Supersonik

Di antara mereka, dua perusahaan, Aerion dan Boom Supersonic, diketahui sudah melangkah lebih jauh. Oktober 2020 lalu, Prototipe pesawat supersonik komersial Boom, XB-1, akhirnya resmi dirilis. Momen tersebut merupakan untuk pertama kalinya pesawat supersonik yang disebut bakal mulai melakukan first maiden atau uji terbang perdana pada 2021 mendatang itu dipamerkan ke publik.

Sedangkan untuk Aerion, pengembangan pesawat supersoniknya sudah mencapai tahap melewati uji terowongan angin atau wind tunnel testing. Dengan begitu, desain pesawat futuristik dengan bahan bakar ramah lingkungan ini dinyatakan aman dan bisa melanjutkan ke tahap pembuatan komponen pada 2022 dan proses perakitan pada 2023 untuk membuatnya jadi nyata.

Leave a Reply