Autonomous Rail Rapid Transit, Pelampiasan Cina Setelah Gagal Dengan Straddling Bus?

0
Sumber: istimewa

Memang, tidak melulu sebuah gagasan untuk setiap masalah dapat berterima dan akhirnya menjadi solusi. Sama seperti yang terjadi di Cina beberapa waktu yang lalu, dimana sebuah Transit Elevated Bus yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk masalah kemacetan yang ada kini tidak lagi beroperasi. Awalnya saja bus ini seperti sudah diragukan oleh banyak pihak, ternyata hipotesa mereka terjawab sudah dengan dibongkarnya jalur uji coba di Qinhuangdao.

Baca Juga: Gunakan Rel Virtual, Autonomous Rail Rapid Transit Siap Mengular di Zhuzhou

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (22/7/2017), proyek pengadaan moda raksasa berjuluk Straddling Bus yang diumumkan pada musim panas tahun lalu ini awalnya memang mendapat banyak pujian karena solusi yang coba mereka tawarkan. Namun pujian tersebut perlahan redup setelah perusahaan penyedia Straddling Bus ini mulai menemukan masalah kelayakan dan investasi.

Straddling Bus sendiri merupakan sebuah moda yang akan berjalan ‘mengangkang’ di atas moda darat lain, dimana kaki-kaki dari Straddling Bus ini akan dipasangkan di setiap ujung jalan dan memiliki lampu lalu lintasnya sendiri. Ide pengadaan Straddling Bus ini muncul pertama kali pada tahun 2010 silam. Ide tersebut lalu dimasak matang-matang dan mulai diperkenalkan ke publik dalam perhelatan Beijing International High-Tech Expo 2016.

Rel Straddling Bus Mulai Dilepas. Sumber: istimewa

Namun sayangnya, hanya beberapa hari setelah uji coba yang banyak dipuji di kota Qinhuangdao, provinsi Hebei, semua uji coba telah dihentikan dan keraguan mulai muncul. Banyak yang mempertanyakan kapabilitas dari bus tersebut, dari mulai cara mereka melewati banyaknya jembatan di Beijing hingga daya tahan baterai yang digunakannya. Lebih parahnya lagi, ada juga kebingungan tentang apakah proyek tersebut pernah disetujui oleh pemerintah daerah dan bahkan ada dugaan bahwa pengadaan bus ini merupakan bentuk penipuan investasi.

Terlepas dari itu semua, Straddling Bus dianggap tidak layak untuk beroperasi dan akhirnya proyek tersebut dibatalkan pada bulan Juni 2017 kemarin karena kekhawatiran tentang kelangsungan hidup bus ini.

Baca Juga: AS Ikuti Cina Gunakan Teknologi Rel Virtual dalam Autonomous Rail Transit

Setelah ide pengadaan bus ‘mengangkang’ tersebut kandas, kini otoritas berwenang di Negeri Tirai Bambu mulai menaruh fokus pada Autonomous Rail Rapid Transit (ART) yang rencananya akan mulai beroperasi pada tahun 2018 mendatang. ART sendiri merupakan kereta yang berjalan di rel virtual dengan kecepatan maksimum 70 km per jam dan mampu menampung kurang lebih 300 penumpang di tiga gerbongnya.

Sistem transportasi futuristik ini menggunakan jalur rel virtual dan sudah melakukan uji cobanya di jalan raya daerah Zhuzhou di Provinsi Hunan pada bulan Juni kemarin. ART bergerak menggunakan sensor hi-tech untuk mengumpulkan informasi perjalanan dan mengidentifikasi trotoar yang ada di jalanan. ART diklaim akan menggunakan tenaga baterai yang bebas dari polusi. Kita tunggu saja sepak terjang dari moda ini!

Leave a Reply