Awak Kabin Tidak Direkomendasi Gunakan Masker Terkait Virus Corona, Ini Penjelasannya!

0
Ilustrasi pesawat Airbus A330-300 yang dilengkapi HEPA Cabin Air Filter. Foto: Bangkok Post

Hampir seluruh maskapai yang mempunyai penerbangan ke China ramai-ramai mengizinkan awak kabinnya untuk menggunakan masker. Hal itu dinilai dapat melindungi awak kabin dari kemungkinan terinfeksi virus corona yang belakangan menyebar luas ke seluruh dunia.

Baca juga: Antisipasi Coronavirus, Cathay Pacific Izinkan Pramugari Kenakan Masker

Tak hanya maskapai, berbagai pengawasan ketat pun juga diberlakukan di seluruh bandara di dunia. Bandara yang notabene menjadi gerbang masuknya wisawatan dari negara lain, dinilai vital dalam andil untuk mencegah atau bahkan membantu virus corona tersebar luas ke sebuah negara akibat ‘kecolongan’ saat mengecek kesehatan penumpang di bandara.

Akibatnya, permintaan masker, khususnya masker bedah pun meningkat hampir 50 persen, bahkan di beberapa daerah di China permintaannya meningkat hingga ratusan persen. Namun, terkait penggunaan masker, pernyataan mengejutkan kemudian datang dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Seperti dikutip dari usatoday.com, Jum’at, (31/1), belum lama ini, instansi yang berkantor pusat di Atlanta, Amerika Serikat itu menyatakan tidak pernah mencegah orang sehat untuk mengenakan masker bedah. Namun, mereka lebih merekomendasikan penggunaan masker bedah bagi pasien yang diduga mengidap virus corona dan tim medis yang bersentuhan langsung dengan mereka.

Selanjutnya, badan pemerintahan yang berada di bawah Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat itu berasalan, bahwa sebagian besar virus corona disebarkan melalui partikel udara (bersin atau batuk), tersentuh atau menyentuh permukaan yang terinfeksi, mencuci tangan adalah cara yang efektif untuk mengurangi potensi infeksi. Bukan memakai masker bedah.

Meski demikian, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS tersebut tetap memberikan arahan dan standar teknis dalam menghadapi berbagai penanganan kepada penumpang yang diduga mengidap virus corona. Selain itu, mereka juga membuat ‘pagar betis’ di lima bandara di AS untuk mencegahnya masuk ke dalam negeri Paman Sam.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mengakui memang banyak menemukan beberapa kasus di AS yang diduga mengidap virus corona. Oleh karenanya, mereka melakukan langkah-langkah pencegahan dengan mendirikan pusat pemeriksaan di lima bandara utama AS (Los Angeles International, San Francisco International, Chicago O’Hare, New York JFK, dan Atlanta) untuk memeriksa penumpang yang datang dari wilayah yang terkena dampak di China. CDC juga telah menerbitkan daftar tindakan pencegahan untuk para pelancong.

Setelah pintu masuk (bandara) virus ditutup (dengan berbagai pusat pemantauan canggih), CDC kemudian memagari garda terdepan lainnya yang mungkin bisa membawa virus corona jenis baru tersebut masuk. Mereka adalah awak kabin dan pilot.

CDC sendiri sudah mengeluarkan panduan teknis lengkap untuk mereka, khususnya dalam penanganan selama bertugas. Jika seorang penumpang mengalami gejala-gejala virus, yang secara resmi dikenal sebagai 2019-nCoV, ia disarankan untuk mengunjungi dokter atau ruang gawat darurat mereka dan kemudian segera mencari perhatian medis. Bila terinfeksi, orang tersebut harus diisolasi, memakai masker wajah dan sering mencuci tangan untuk mengurangi kemungkinan penyebaran virus.

Dalam pedomannya untuk awak kabin, CDC juga merekomendasikan personel maskapai untuk sering mencuci tangan dan menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.

Selain itu, jika seorang penumpang menunjukkan gejala (demam melebihi 38 0C), batuk terus-menerus atau kesulitan bernapas saat dalam penerbangan, CDC mengatakan pramugari harus menawarkan orang tersebut masker bedah, menjaga orang sakit setidaknya dua metere jauhnya dari penumpang lain dan menunjuk satu staf untuk merawat mereka.

Baca juga: Cegah Coronavirus, Angkasa Pura I Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Penumpang Asal Cina

Staf yang ditunjuk harus mengenakan masker bedah, pelindung mata, dan pakaian tambahan lainnya. Semua cairan tubuh harus diperlakukan seolah-olah menular, dan setelah itu, semua barang sekali pakai yang bersentuhan dengan penumpang harus dimasukkan ke dalam kantong biohazard untuk pembuangan yang benar. Kemudian, semua permukaan yang terkontaminasi harus dibersihkan dan disterilkan sesuai dengan protokol penerbangan.

Setelah tiba, staf CDC akan mengevaluasi penumpang untuk menentukan apakah ia harus diangkut ke rumah sakit untuk tes dan perawatan lebih lanjut. “CDC akan memperbarui maskapai tentang hasil pengujian dan kebutuhan untuk menindaklanjuti anggota awak atau penumpang yang terpapar,” dalam petunjuk teknis yang diedarkannya.

Leave a Reply