Tuesday, April 16, 2024
HomeAnalisa AngkutanBagaimana Pesawat Apung/Pesawat Amfibi Mendarat?

Bagaimana Pesawat Apung/Pesawat Amfibi Mendarat?

Bandara nan megah dan mewah dengan fasilitas super lengkap sudah pasti tersedia di ibu kota sebuah negara. Namun, bagaimana dengan kota atau wilayah di pulau terluar? Jangankan bandara mewah, bandara perintis dengan menara ATC dan runway mumpuni pun sulit dihadirkan.

Baca juga: Hari Ini, 88 tahun Lalu, Wolfgang von Gronau Keliling Dunia Selama 111 Hari Pakai Pesawat Amfibi

Dalam kondisi tersebut, masyarakat di wilayah terpencil atau terluar itu tetap harus mendapat suplai bahan pokok.

Di samping itu, wisatawan, yang ingin merasakan sensasi hidup tenang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan dan melakuka olahraga air juga harus difasilitasi dan itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan pesawat apung atau pesawat amfibi. Lantas, bagaimana pesawat apung beroperasi, dalam hal ini lepas landas dan mendarat?

Dilansir Simple Flying, sebelum membahas lebih jauh, sebetulnya secara terminologi, pesawat amfibi dan pesawat apung berbeda. Pesawat apung adalah pesawat yang bisa mendarat di atas air berkat pelampung yang ada di bagian ‘landing gear’ atau undercarriage pesawat. Dengan begitu, badan pesawat apung tak menyentuh air saat mendarat.

Sedangkan pesawat amfibi justru sebaliknya, ia badan pesawat menyentuh air saat mendarat alias mendarat dengan badan pesawat yang sudah dilengkapi pelampung atau ponton. Selain itu, badan pesawat amfibi memang menawarkan daya apung, meski tetap harus diimbangi dengan pelampung di bagian sayap.

Bagi pecinta dirgantara, pesawat apung atau pesawat amfibi mungkin mempunyai tempat tersendiri. Sebab, selain mudah dioperasikan di segala medan, sensasi menumpangi apalagi mengendarai flying boat disebut sangat berkesan.

Meskipun jarang dijadikan untuk keperluan komersial oleh berbagai operator penerbangan, namun, penggunaannya untuk olah raga air dan rekreasi sudah cukup massif.

Di dunia ini, ada banyak pabrikan pesawat yang memproduksi pesawat amfibi. Bahkan, salah satunya didapuk menjadi peswat amfibi terbesar di dunia yang masih ada, mengingat dimensinya masih kalah dengan Hughes H-4 Hercules Flying Boat, pesawat amfibi terbesar yang pernah terbang. Pesawat amfibi itu adalah China Jiaolong AG600.

Sebelum Perang Dunia II, Sikorsky dan Short Brothers, di samping Boeing, menjadi salah satu pabrikan pesawat amfibi yang laris manis di pasaran.

Ketika itu, maskapai penerbangan besar tercatat mengoperasikan pesawat amfibi buatan keduanya, seperti Pan Am dan Qantas. Pan Am mengoperasikan Sikorsky S-36, S-38, S-40, dan S-42 sedangkan Qantas mengoperasikan pesawat amfibi Short Empire.

Setelah Perang Dunia II, pesawat amfibi atau pesawat apung sudah tidak lagi massif digunakan lantaran bandara di darat sudah tersedia.

Baca juga: Inilah 7 Pesawat Amfibi Terbaik, Nomor Tiga Bisa ‘Minum’ Avtur atau Bensin

Sebagaimana yang sudah disungguh di atas, pesawat amfibi dan pesawat apung memiliki definisi yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama pesawat yang memiliki kemampuan mendarat di atas air.

Cara pesawat mendarat dan lepas landas sebetulnya sama saja dengan cara pesawat pada umumnya mendarat dan lepas landas di bandara. Selain itu, flight kontrol-nya juga sama. Bedanya pesawat amfibi atau pesawat apung mendarat di atas air.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru